PEMUDA YPD&PA SUMUT
Blog Tools
Edit your Blog
Build a Blog
RSS Feed
View Profile
« September 2007 »
S M T W T F S
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30
You are not logged in. Log in
Entries by Topic
All topics  «
Artikel PAP
ARTIKEL PAP 29 Sept-07
Kategori Pemuda
VALENTINE
Saturday, 29 September 2007
NABI ELIA
Mood:  a-ok
Topic: ARTIKEL PAP 29 Sept-07
 

NABI ELIA

 

 

Nabi Elia adalah nabi Israel pada abad 9 sM. Namanya (Ibrani ‘eliyyahu atau ‘elliya, Yunani Eleiou (LXX) atau Eleias (Perjanjian Baru) berarti ‘Yah-lah El’ atau ‘YHWH-lah Allah’ (Allah itulah keselamatannya).

Di luar acuan dalam 1 Raja 17:1 yg mengatakan bahwa Elia seorang Tisbe dari Tisbe-Gilead, latar belakang nabi ini tidak diketahui. Acuan ini pun tidak jelas. Tesk Masora (naskah Ibrani yg resmi) memberi isyarat bahwa walaupun Elia tinggal di Gilead, namun ia lahir ditempat lain, barangkali Tisbe yg di Naftali. LXX membaca ek thesbon tes galaad, yg menyinggung adanya desa Tisbe di Gilead. Agaknya Yosefus menerima pendapat ini (Antiquities of the Jews 8.319, sastra kuno). Secara tradisi desa ini dismakan dengan suatu tempat ± 13 km disebelah utara S Yabok.

Cerita-cerita mengenai pelayanan Elia disajikan dalam 1 Raja 17-19; 21; 2 Raja 1-2, ditulis dalam bhs Ibrani kuno yang tulen, ‘suatu jenis bahasa Ibrani yang hampir tidak mungkin lebih kemudian dari abad ke-8 sM’, dan yang pasti tidak berada lama dalam bentuk lisan saja. Pelayanan kenabiannya mengambil tempat di kerajaan Utara selama pemerintahan dinasti Omri. Elia sebaya dengan raja Ahab dan Ahazia, dan dari kedudukan cerita kenaikannya ke sorga (2 Raja 2) dan jawaban kepada pertanyaan Yosafat dalam 2 Raja 3:11, dapat disimpulkan bahwa kenaikannya mungkin terjadi ± pada waktu Yoram naik takhta Israel. Ada kesukaran yang dihadapkan kepada kesimpulan ini oleh 2 Taw. 21:12-15. Ini mungkin dapat diselesaikan, atau dengan cara menafsirkan 2 Raj 8:16 sebagai berarti bahwa Yosafat dan Yoram, kedua raja Yehuda, sama sama memerintah, atau dengan cara menganggap surat yang disebut dalam ayat itu sebagai nubuat yang ditulis sebelum kenaikannya.

Seri cerita tentang Elia mengutarakan enam peristiwa dalam hidupnya: pemberitaan masa kekeringan dan pelariannya yang kemudian, adu kuasa di Gunung Karmel, pelariannya ke Horeb, peristiwa Nabot, nubuat mengenai Ahazia, dan kenaikannya ke sorga.

Kecuali yang terakhir, semua peristiwa ini pada dasarnya berkaitan dengan pelanggaran ibadah Yahweh dengan ibadah Baal Melkar, dewa pelindung Tirus yang resmi. Ahab mengembangkan agama alam Kanaan yang bercorak Fenisia ini sesudah ia kawin dengan Izebel, anak perempuan raja Tirus (1 Raja 16:30-33), tapi Izebel-lah yang terutama bertanggung jawab mengenai pemusnahan ibadah kepada Yahweh secara sistematis dan pengenai penyebaran ibadah kepada Baal di Israel (1 raja 18:4, 13, 19; 19:10, 14).

Dalam peristiwa pertama ( 1 Raja 17) Elia tampil tanpa pendahuluan, dan sesudah mengucapkan kepada Ahab bahwa akan datang kekeringan 3 tahun lamanya, ia mengundurkan diri ke daerah yang di luar kekuasaan Ahab: mula-mula ke sungai Kerit di sebelah timur Yordan, lalu ke Sarfat (Sarafend modern di sebelah selatan Sidon masih memakai nama yang sama, dan dari situ dapat dilihat sisa-sisa dari bandar kuno). Di kedua tempat itu hidup Elia dipelihara secara mujizat, dan di Sarfat dilakukannya suatu muzizat penyembuhan (1 Raja 17:17-24).

Peristiwa kedua 3 tahun kemudian ( 1 Raja 18; Bnd Lukas 4:21; Yakobus 5:17 yang mengikut tradisi Yahudi) menceritakan berhentinya kekeringan sesudah kemenangan atas ibadah Baal yang teratur di Gunung Karmel. Kekeringan yang didatangkan dan dihentikan berdasarkan firman Yahweh, merupakan tantangan bagi kekuasaan Baal atas alam. Menurut 1 Raja 17 Elia tinggal dalam daerah pusat penyembahan Baal Melkar tapi dilindungi oleh Yahweh, sedang negeri berada dalam keadaan merana (ay 12). Dalam 1 Raja 18 tantangan terhadap Baal menjadi terbuka, dan keunggulan Yahweh dibuktikan secara menakjubkan. Bahwa ibadah di Gunung Karmel tidak dimusnahkan sama-sekali, terbukti dari singgungan dikemudian hari (mis. 2 Raj 10:18-21). Keil menyarankan bahwa mezbah Tuhan yang sisa-sisanya didapati Elia di Karmel, telah dibangun oleh para penyembah Tuhan di Israel sesudah kerajaan itu terbagi dua. Beberapa orang membuang 1 Raja 18:30b, sedang yg lain membuang ayat 31 dan 32a, tapi tidak ada alasan untuk ini.

Peristiwa ketiga (pasal 19) yang menerangkan Elia lari ke Horeb untuk menyingkir dari amarah Izebel adalah penting. Horeb ialah gunung yang kudus, di mana Allah Musa, Allah perjanjian, telah menyatakan diri-Nya, dan kembalinya Elia ke situ menggambarkan kembalinya seorang nabi yang taat, tapi yang sudah putus asa ke sumber asli dari iman yang telah dipertahankannya. Tugas yang diberikan kepadanya dalam 1 Raja 19:15-18 agaknya hanya sebagian dilaksanakan oleh Elia sendiri. Bahwa Hazael dan Yehu menaiki takhta Siria dan Israel, secara berurut tercatat dalam seri cerita tentang Elisa.

Peristiwa Nabot dalam 1 Raja 21 melukiskan dan mempertahankan prinsip yg tertanam dlm kesadaran keagamaan Israel, bahwa tanah yg dimiliki oleh suatu keluarga atau suku adalah pemberian Yahwe, dan jika seseorang tidak mengakui dan menghargai hak perseorangan dan hak keluarga dalam lingkungan persekutuan perjanjian Allah, maka orang itu akan dihukum. Elia tampil sebagai pejuang demi tuntutan susila yang kuat dalam agama yang diajarkan Musa, yang begitu jelas alpa dalam ibadah kepada Baal.

Peristiwa kelima dalam 2 Raja 1 melanjutkan gambaran tentang pertentangan Yahweh dengan Baal. Hal Ahazia minta petunjuk kepada dewa kehidupan Siria, yaitu Baal Zebub (dalam naskah Ras Syamra nama ilah itu ialah Beel Zebul, bnd Mat. 10:25; nama Baal Zeebub, artinya Tuan lalat, merupakan cemoohan saja) memancing hukuman Allah (ay. 6,16). Hukuman api juga menimpa orang-orang yang bersikeras menolak firman Yahweh dengan jalan mencoba mendatangkan celaka akan Nabi-Nya (ay. 9-15). Kenaikan Elia kesorga dalam angin badai (2 Raja 2:11) mengakhiri jalan hidup kenabiannya yang menakjubkan secara menggugah hati. Seruan Elisa (2 Raja 2:12) diulangi dalam 2 raja 13”14 mengenai Elisa sendiri.

Mengenai pentingnya Elia dapat dikatakan dua hal. Pertama, ia berdiri di tengah-tingah barisan nabi PL yang bersifat kesurupan, yang mulai pada zaman Samuel, dan ia juga seorang perintis dari zaman nabi yang menulis pada abad 8. Hubungannya dengan tradisi terdahulu dapat dilihat dalam hal ia seorang yg segera bertindak, dan gerakannya yg dikemudikan Roh Allah tak dapat diduga orang lebih dahulu. Pada zamanya golongan nabi yang mulai zaman Samuel masih dilanjutkan (1 Raja 18:4, 13; 2 Raja 2:3, 5, 7). Hubunganya dengan nabi-nabi yg kemudian terletak dlam usahanya yg terus menerus untuk mengingatkan umatnya kembali kepada agama yang diajarkan Musa, baik supaya hanya menyembah Yahweh saja, maupun dalam mengumumkan ukuran-ukuran keadilbenaran yang diajarkan Musa dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kedua hal ini ia mendahului ucapan nubuat yang lebih lengkap yg dikembangkan oleh Amos dan Hosea.

Pembelaan Elia akan agama yang diajarkan Musa, ditopang oleh beberapa rincian yg membuat kesejajaran Elia dan Musa. Kembalinya Elia ke Horeb cukup terang, tapi ada juga kenyataan bahwa Elia ditemani dan diganti oleh Elisa, seperti Musa yg diganti oleh Yosua. Kesejajaran ini mencakup beberapa hal. Kematian Musa mengandung suasana rahasia (Ula.34:6), penggantinya memperoleh ketaatan Israel, karena ia mendapat Roh yg sama seperti Musa dan membuktikan kesanggupannya untuk jabatan itu dngan menyeberangi sungai secara mujizat (Ula. 34:9; Yos.4:13-14). Cerita kenaikan Elia kesorga memantulkan kembali pola ini secara tetap. Kenyataan bahwa Allah menjawab Elia dengan api dalam dua peristiwa ( 1 Raja 18:38; 2 Raja 1:10-12) agaknya menoleh kebelakang ke peristiwa penyataan kehadiran dan penghukuman Allah dlm api pada saat Keluaran (mis. Kel 13:21; 19:18; 24:17; Bil. 11:1; 16:35). Tak usah heran jika dalam pikiran Hagada Yahudi, Elia dipandang sebagai teman imbangan Musa.

Kedua, dikatakan bahwa pelayanan kenabiannya akan tampak kembali ‘menjelang datangnya hari Yahweh yang besar dan dashyat itu’ (Mal. 4:5-6). Pokok ini sangat terkenal dalam Misyna Yahudi dan menjadi pokok pembicaraan umum pada waktu Yesus (Mrk. 8:29). Yesus menjelaskan bahwa nubuat Maleakhi itu menunjuk kepada pelayanan Yohanes Pembabtis (Mat 11:14; 17:12 dab). Elia tampil kembali di gunung pemuliaan (Mrk 9:4) dan disinggung juga ditempat lain dalam PB (Luk 4:25-26; Roma 11:2-4; Yak 5:17-18).

 

Pelajaran apa yang dapat kita pelajari dari Nabi ini?

Elia adalah hamba Tuhan yg memiliki pengalaman hidup melayani Tuhan yang luar biasa, mari kita bahas tentang pelayanannya dimana ia berani mengalahkan nabi-nabi Baal di Gunung Karmel ; namun setelah memenangkan pertempuran tersebut, ironisnya ia justru kehilangan kemenangan tersebut dan mengalami depresi berat untuk mengasihani diri.

Warren Wiersbe menafsirkan dalam bagian ini

  1.  Elia kehilangan perspektif dari ketakutan. Elia baru saja membunuh nabi-nabi palsu Baal, tetapi seorang perempuan membuatnya takut. Ia baru saja berdoa memohon api dari surga tetapi seorang perempuan (Izebel) menyebabkan ia melarikan diri dan kehilangan perspektif. Seringkali ketakutan kita membuat kita terlalu membesar-besarkan ketakutan kita sehingga “kacau“.
  2. Elia kehilangan kesabaran beriman. Kurang sabar menunggu waktu yang Tuhan tetapkan untuk diam mencari pimpinan Tuhan tetapi pergi menyelamatkan nyawanya. ( I Raja 19:3 ). Kenapa kita seringkali gagal di dalam pelayanan ? karena kita kurang sabar dengan keputusan Tuhan dan kita lebih menyukai keputusan kita yg paling tidak memberikan jaminan malah menjatuhkan kita.
  3. Elia kehilangan sentuhan pribadi karena minoritas. Elia hamba Tuhan yg setia yang bukan hidup seorang diri tetapi hidup berkomunitas.
  4. Elia kehilangan tujuan hidup minta mati. Elia berdoa memohon Tuhan mencabut nyawanya tetapi Tuhan tidak mencabutnya karena Tuhan memanggil Elia untuk memulihkan bangsa Israel pada penyembahan kpd Tuhan yg sesungguhnya. Saat Elia minta mati, apakah Firman akan mati ? Tidak ! Justru jika Elia mati, Pertama, Pekerjaan Tuhan akan terus berjalan dan memberkati umat-Nya karena Allah tidak tergantung pada manusia. Kedua, Jika Elia mati maka ia mungkin kehilangan kesempatan untuk menaiki kereta kemuliaan menuju Surga !


Jika kita menawan diri di dalam penafsiran Warren Wiersbe maka kesimpulan sementara kita yang realistik yaitu Elia tidak sekuat yang kita duga. Rupanya Elia hanyalah manusia biasa yang bisa mengalami “ depresi “.

Ia memprediksikan dirinya telah selesai menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan kepadanya menghadapi ;

  1. Orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu. Jiwa “Traitor“

  2. Orang Israel meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu. “Agresor“

  3. Orang Israel membunuh nabi-nabi-Mu.“Killer“

  4. Ia seorang diri. “Loneliness“

  5. Mereka ingin mencabut nyawa Elia. “Terorist“


Inilah gambaran pelayanan Elia yg sebenarnya memberikan cermin bahwa itulah pelayanan real kita juga, di dlm pelayanan sendiri kita mungkin bertemu dengan orang sendiri yg berjiwa “traitor“, “agresor“, “killer“, “terorist “ dan diri sendiri yang “lonely“. Jangan kaget apabila ada ‘anak Tuhan’ yang ‘menghancurkan anak Tuhan’ yang lain karena itulah realita yang realistik. Meskipun mereka mungkin berkata kita sama di dalam Kristus tetapi secara esensial, “peleburan“ aplikasi mereka dengan interpretasi belum “synchronize“

Karakter Elia keras seperti angin, gempa bumi, dan api, tetapi Tuhan tidak berada disana. Malah Allah hadir dalam Bunyi sepoi-sepoi = suara kesunyian yg lemah lembut. Seringkali kita membe-narkan diri untuk mengatakan bahwa “Dimanakah Engkau, Tuhan saat aku mengalami kesepian seperti ini“ padahal sesungguhnya Dia terus bekerja dan berbicara kepada kita dan kita semestinya belajar untuk ‘silent’, bukan dengan memberikan prediksi-prediksi yg mengasihani diri sendiri dan menganggap diri sudah melakukan apa yang Tuhan mau.

Problem yang sering kita alami adalah:

  1.  kita terlalu “ talkactive “
  2. complain to God“, mental “aku sudah kerjakan“ pasti jatuh ke dalam stagnasi alias tidak mengalami kemajuan mutu dan kualitas – mestinya kita lebih rendah hati untuk pikirkan “apa yang aku belum kerjakan“ sehingga kita terus mencari serta meraba rencana kekal Tuhan yang sulit kita nikmati tanpa Anugerah-Nya. Allah memerintahkan Elia pergi untuk mengerjakan pekerjaan yang ia belum selesaikan. Akhirnya ia kembali “direcharge“ Tuhan ‘tuk berjuang melayani Tuhan sampai ia diangkat kesorga’. Bagaimana dengan saudara?

Sumber : Ensiklopedia Alkitab Masa Kini - YKBK


Posted by pemudakristen at 9:44 PM
Updated: Saturday, 20 October 2007 10:49 AM
Share This Post Share This Post
Post Comment | Permalink
Saturday, 8 September 2007
PERSEKUTUAN TAHUNAN XXII 2007
Now Playing: PELAYANAN PEMUDA
Topic: Kategori Pemuda

KELOMPOK PEMUDA DAN MAHASISWA
(Pengantar Ceramah/Lokakarya)
Drs. Raskita Barus MTh.




Pemuda dan Perubahan Zaman


Pemuda sering dijuluki sebagai ujung tombak perjuangan bangsa Indonesia, baik untuk meraih kemerdekaan maupun memperjuangkan reformasi pada beberapa tahun belakangan ini. Tidak dapat dipungkiri kiprah pemuda yang memberikan andil yang tak ternilai dalam menentukan arah perjalanan bangsa. Demikian juga halnya peranan pemuda di tengah gereja. Tidak berlebihan, bila dikatakan berkembang atau tidaknya pelayanan pemuda merupakan cerminan terhadap berkembang atau tidaknya seluruh pelayanan yang ada. Slogan yang mengatakan bahwa pemuda adalah gereja masa depan sudah usang, pemuda bukanlah gereja masa depan, namun pemuda adalah gereja masa kini.


Zaman berubah seiring dengan berjalannya waktu. Pemuda dan zaman adalah dua hal yang berhubungan erat, oleh karenanya keberhasilan pelayanan pemuda sangat dipengaruhi oleh keberhasilannya dalam mengenal dan memahami zaman. Masa kini ditandai dengan berbagai perubahan-perubahan yang sangat drastis, terutama kemajuan-kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Perubahan sebagian besar dunia dari era pertanian, ke era industri, dan berkembang ke era informasi. Sehubungan dengan hal ini, dengan kehadiran internet, generasi sekarang dijuluki dengan generasi internet (Net Generation) bahkan telah memasuki generasi yang lebih baru lagi yakni generasi digital. Tidaklah mengherankan jika kita mengakses internet, kita menemukan banyaknya situs-situs kaum muda dengan gagasan-gagasan yang luar biasa.

Di sisi lain, masa kini yang merupakan lanjutan abad sebelumnya, di tengah perkembangan iptek yang begitu hebat namun sekaligus juga sangat bersifat konflik, dengan segudang kekecewaan dan keputusasaan. Sains modern membawa orang Kristen kepada dualisme dan kebingungan untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh Alkitab dan sekaligus juga ”harus” mempercayai apa yang ditawarkan oleh sains modern yang meskipun bertentangan dengan Alkitab. Sebagai contoh, seorang pelajar akan mengalami kebingungan ketika di satu sisi dari gereja ia mengerti bahwa manusia dicipta langsung oleh Allah, namun di sisi lain di bangku sekolahnya ia harus menerima ”keyakinan” evolusi. David Noebel menguraikan bahwa di wilayah kerangka berpikir (keyakinan) di mana peperangan terbesar pada zaman kita sekarang sedang berkecamuk, peperangan untuk hati dan pikiran (baca Peperangan untuk Kebenaran, YWAM, 2004)..


Setiap generasi memilki karakteristiknya masing-masing yang sekaligus menjadi garis pembatas antar generasi dan yang tentunya tidak mudah dilampaui. Di dalam karakteristik inilah hendaknya pelayanan pemuda dan mahasiswa berupaya untuk memenuhi 4 kebutuhan mendasar manusia, yakni kebutuhan akan kasih, pengampunan, tujuan hidup dan pengharapan. Pelayanan yang dijalankan dengan asumsi yang tak pernah berubah akan tumpul dalam kreativitas dan inovasi, dan pada gilirannya kehilangan efektivitas.


Motivasi dan Tujuan Pelayanan Pemuda


Seperti telah disebutkan di atas, pemuda memiliki peranan penting di tengah-tengah gereja, sehingga mereka merupakan aset yang tak ternilai bagi gereja. Hal ini dapat menghasilkan hal negatip dan menjadi penghambat gereja bila mereka tidak berhasil menemukan diri mereka, demikian sebaliknya akan menjadi suatu yang sangat berarti ketika mereka memahami diri mereka di dalam Kristus. Mereka tidak dihanyutkan oleh zaman, tetapi menjadi pemuda yang mampu menolong, mampu berdiri dan mencegah kemerosotan zaman, serta membawanya kepada Kritus (baca Stephen Tong dalam Pemuda dan Krisis Zaman).


Tujuan pelayanan kita dapat dilihat dalam surat-surat Rasul Paulus. Kolose 2 memerintahkan pertumbuhan iman pribadi, dan Efesus 4 menguraikan peranan tenaga para pemimpin dalam membina pertumbuhan tersebut. Tujuan kita adalah untuk bertumbuh dan mempertumbuhkan dalam pertumbuhan yang terarah di dalam Kristus dan berlangsung secara terus menerus.


Tujuan pelayanan pemuda tentunya merupakan bagian dari tujuan gereja itu sendiri. Berdasarkan Hukum yang terutama Mat 22:37-40 dan Amanat Agung ditemukan lima tujuan (Doug Fields dalam Purpose Driven Youth Ministry), yakni:

1.      Ibadah: ”Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu.”

 

Segala sesuatu yang kita lakukan dalam pelayanan adalah karena mengasihi Allah dan kerinduan kita untuk memuliakan dan beribadah kepadaNya dengan gaya hidup kita. Pemilihan bentuk ibadah bagi kaum muda merupakan hal penting. Jika pemuda mengikuti pertemuan-pertemuan ibadah di mana mereka tidak merasa diperhatikan, dianggap, dan dihargai, mereka akan memperoleh kesulitan untuk membuat hubungan antara apa yang mereka rasakan (nyaman dengan lingkungan) dan apa yang mereka dengar tentang kasih Allah (sadar akan hal-hal teologis).

 

2.      Pelayanan: ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Pemuda tidak harus menunggu benar-benar dewasa untuk melayani. Pelayanan pemuda yang sehat akan terus menerus mendorong para pemuda untuk menemukan karunia-karunia mereka dan menempatkan mereka dalam praktek dalam pelayanan

 

3.      Penginjilan: ”Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu.”

Penginjilan adalah tujuan yang kurang diekspresikan dalam berbagai pelayanan pemuda. Ketika tujuan ini jelas dalam pelayanan pemuda, pertumbuhan yang besar akan terjadi. Penginjilan bukanlah suatu program, melainkan suatu proses, yakni di mana seseorang yang menjadikan hidupnya diubahkan sebagai suatu saksi bagi orang lain yang membutuhkan kasih karunia Allah yang mengubahkan.

 

4.      Persekutuan: ”Baptislah mereka.”

Persekutuan pemuda yang benar terjadi saat mereka dikenali, diperhatikan, diperhitungkan, dan didorong dalam perjalanan rohani mereka. Salah satu cara paling efektif untuk menghasilkan persekutuan pemuda yang alkitabiah adalah dengan mengikutsertakan mereka dalam kelompok-kelompok kecil

5.      Pemuridan: ”Ajarlah melakukan segala sesuatu yang telah ’Kuperintahkan kepadamu’.”


Pemuridan merupakan proses seumur hidup yang Allah pakai untuk membawa kita pada kedewasaan dalam Kristus. Pemuridan yang sehat bertumbuh di bawah pemimpin-pemimpin rohani yang bersedia melakukan sesuatu yang bisa dilakukan. Mereka secara terus menerus menanam benih dan menyirami iman para pemuda. Secara sederhana, pemuridan adalah ”membantu pemuda untuk menjadi seperti Kristus.”



Tantangan Intelektual


Dari hasil survai yang dilakukanoleh Dr. Gwang Ho Jeohn terhadap mahasiswa di Indonesia didapati bahwa 90% dari mahasiswa mempercayai Allah yang diwahyukan di dalam Perjanjian lama dan ciptaanNya. Akan tetapi dalam kehidupan masyarakat dan mahasiswa terlihat adanya banyak pengaruh evolusionisme yang menyangkal Allah pencipta dan ciptaanNya. Lebih luas lagi, David Noebel mengatakan bahwa orang percaya kini berhadapan dengan Kerangka berpikir Humanisme yang terbagi di dalam Humanisme Sekuler, Marxisme/ Leninisme dan Humanis Kosmik (Gerakan Zaman Baru) menjadi ancaman yang sangat serius bagi kekristenan. Keyakinan-keyakinan ini telah mempengaruhi jauh ke berbagai disiplin ilmu yang ada.


Humanis Will Durant mengatakan, ”Pertanyaan terbesar pada zaman ini bukanlah komunisme melawan individualisme, bukan Eropa melawan Amerika, bukan juga Timur melawan Barat,tetapi apakah manusia dapat hidup tanpa Tuhan.” Kita menghadapi berbagai upaya manusia untuk lari dari pengakuan terhadap kedaulatan Allah. Kekristenan sangat konsisten dan setia pada kebenaran sehingga kita harus menguji dari pada bertanya mengapa manusia ingin hidup tanpa Tuhan.


Di sisi lain, kita juga sedang berhadapan dengan berbagai upaya manusia untuk “menjual” Kristus. Don Brown mengeruk keuntungan yang sangat besar ketika menulis novelnya yang sangat laris dengan judul DaVinci Code. Membuka rahasia bahwa Yesus tidak mati dan bangkit menjadi ketertarikan yang luar biasa bagi manusia. Upaya untuk meruntuhkan keunikan Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat terus berlangsung. Banyak buku senada yang terbit belakangan ini, seperti Jesus Lived in India, Yesus Poligami dan lain sebagainya.


Karakteristik program-program kaum muda


Setiap generasi menghadapi berbagai persoalan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Perbedaan-perbedaan ini ada dalam nilai dan keyakinan yang bisa sangat beragam. Norman Wright dalam Communication @Work mengatakan bahwa pada kenyataannya, sistem-sistem nilai paling hakiki dari generasi-generasi yang hidup secara bersamaan dalam masyarakat kita mempunyai perbedaan-perbedaan yang dramatis. Fokus kita seharusnya tidak terlalu tertuju pada upaya untuk mengubah orang lain agar dengan standar dan nilai-nilai kita. Sebaliknya, kita harus belajar untuk menerima dan memahami orang lain karena mereka memiliki pandangan sendiri, mengakui keabsahan nilai-nilai dan perilaku mereka.

Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah apakah kita merasa terancam oleh perbedaan-perbedaan generasi ini atau kita merasa ditantang olehnya.


Menjawab tantangan di atas membutuhkan respon yang tidak sederhana dan hanya memungkinkan untuk diresponi oleh orang yang telah hidup di dalam Kristus atau lebih jauh orang yang telah ”melihat” bahwa kesaksian Alkitab merupakan otoritas tertinggi di dalam kita memahami realita kehidupan. Membawa kaum muda untuk hidup dalam kebenaran dan memiliki wadah yang memungkinkan baginya untuk bertumbuh merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Dengan karakteristik yang khas pemuda, menurut Doug Field, pelayanan pemuda membutuhkan lima karakteristik umum yang penting, yakni:

  1. Perlu mengutamakan hubungan

Para pemimpin dewasa memberi prioritas tinggi untuk membangun hubungan dengan pemuda, dan hubungan ini mempercepat keefektifan pelayanan dan meningkatkan kedewasaan rohani mereka. Model pelayanan ini menjadi sebuah pelayanan bersama kaum muda dan bukannya pelayanan yang mengutamakan program.

 

  1. Memerlukan sumber ide yang segar

Dibutuhkan ide-ide baru yang membantu pelayanan pemuda membuat program yang lebih efektif. Inti dari penyusunan program yang kreatif hanyalah merupakan masalah kemampuan dalam memenemukan gagasan dan menyesuaikannya dengan situasi yang dihadapi. Tetapi, jangan sampai terjebak pada pelayanan kreatif namun tidak efektif.

 

  1. Membutuhkan kekuatan yang melebihi kepribadian

Pelayanan pemuda yang berkembang tidak bergantung pada pribadi-pribadi pemimpin kharismatis tertentu saja, tetapi terbagi pada banyak rpibadi yang terlibat bersama-sama dalam menjalankan tugas.

 

  1. Memerlukan sistem tindak lanjut

Dalam hal ini, tanggung jawab pelayanan juga memperhatikan dan tetap mencari para pemuda yang tidak hadir atau meninggalkan persekutuan dan meresponi hal ini dengan segera.

 

  1. Membutuhkan kejelasan atas tujuan

Pelayanan yang baik benar-benar memahami tujuan utama yang akan dipenuhi pada program-program mereka, untuk siapa program tersebut ditujukan dan apa yang biasanya terjadi pada setiap program.


Kita perlu terus memikirkan bentuk pelayanan pemuda yang dapat menjawab tantangan dan persoalan zamannya. Searah dengan Warren Benson, kita perlu mempertanyakan apakah gereja adalah tempat di mana kita dapat memanggil orang untuk datang dan menjalani kehidupan Kristen mereka dalam batas-batas kelembagaan itu, atau apakah gereja ada dengan tujuan melengkapi orang untuk memasuki dunia dan menjadi gereja itu? Apabila mentalitas kita ialah melakukan pelayanan ketika kita mengumpulkan orang di dalam gereja, maka pelayanan kita akan efektif? Apakah lembaga itu ada untuk melayani, ataukah untuk dilayani? Selama kita belum memahaminya dengan benar, dan selama energi gereja dan potensi para pengerja kaum muda tidak terpusat kepada orang banyak, maka kita memiliki pemahaman yang dangkal mengenai menjadi pengikut Yesus Kristus, dan akibatnya memiliki pelayanan yang dangkal dan tidak efektif terhadap masyarakat kita. Paling tidak, di atas semuanya terdapat dua konsekuensi, yang pertama bahwa kita harus mendefenisikan kembali pelayanan pemuda yang menjawab tantangan zaman, dan kedua bagaimana kita dapat mempertajam visi pelayanan pemuda dan mahasiswa.

Kelemahan pelayanan pemuda dan mahasiswa


Pemuda ada dalam periode waktu di mana ia sedang dan akan mengalami berbagai perubahan dan keputusan dalam hidupnya. Ia sedang dan akan memikirkan studi dan masa depannya, karir dan calon hidup, dan sebagainya. Sehingga gumulan-gumulan yang dihadapinya merupakan terminal menuju kehidupan yang lebih mapan dan permanen. Di samping kemandiriannya, ketergantungan dengan pihak lain masih sangat dibutuhkan.


Apa yang menjadi sisi lemah pelayanan selama ini? Diskusi dan evaluasi akan membukakan hal ini, berikut beberapa hal di antaranya. Prof. W.Stanley Heath mengatakan bahwa kelemahan yang biasa terlihat pada kelompok-kelompok persekutuan pemuda dan mahasiswa adalah pertama, karena mereka merasa diri lebih terdidik dari pada rakyat biasa, mereka lalai mencari sesepuh yang berpengalaman dan lebih mengenal masyarakat luas, dan kedua, menganggap gereja picik dan ketinggalan zaman, bahkan belum ”lahir baru”.


Akibat pertama, mereka dengan mudah dapat dikuasai oleh pribadi-pribadi yang ”sok tahu”, yang sedang ber”ego trip”. Pribadi tersebut menyalahgunakan kelompok persekutuan demi pemupukan harga dirinya sendiri. Sedangkan akibat dari hal yang kedua, para anggota kelompok kurang melibatkan diri dalam kehidupan gereja, dan kurang meminta nasehat dari para sesepuh gereja. Dengan demikian kelompok persekutuan akan mengalami kerugian sendiri. Para pemimpin gereja biasanya cukup berpengalaman, dan nasehat mereka dapat membantu kita menghindarkan banyak masalah. Kalau anggota kelompok tidak memelihara hubungan yang baik dengan gerejanya, maka pertumbuhan imannya berat sebelah, sehingga mereka kurang dapat bergerak setelah mereka menyelesaikan studinya.


Kekurangan lain, jarangnya kita melihat pelayanan kaum muda dalam konteks keluarga mereka. Semua kaum muda dalam pelayanan kita adalah hasil dari sebuah sistem keluarga yang unik, suatu sistem yang bertanggung jawab dalam membentuk keyakinan, nilai, dan perbuatan. Ketika kita berencana melayani kaum muda untuk waktu yang panjang, kita harus sungguh-sungguh melayani keseluruhan keluarga, karena suatu pelayanan kaum muda yang tidak menyertakan orang tua tidaklah efektif. Dibutuhkan kepakaan terhadap prioritas keluarga. Seringkali jadwal yang direncanakan menyenangkan kaum muda, tetapi membuat frustasi orang tua.


Menghadapi hambatan



Tidak ada pelayanan yang bebas dari berbagai hambatan dan persoalan. Kita hidup di masa yang sulit, dan hal ini tidak pernah berakhir, namun mereka yang ulet dalam memenuhi panggilan Allah akan dapat mengatasinya. Pemuda memiliki banyak keterbatasan, namun kebergantungan dan beriman kepada pemberi mandat pelayanan, yaitu Yesus Kristus akan memampukan setiap orang yang ambil bagian di dalamnya untuk mencapai tujuan pelayanan pemuda. Leslie B Flynn mengatakan bahwa iman adalah suatu kemampuan yang dianugrahkan oleh Roh Kudus untuk melihat sesuatu yang diingini Allah untuk dikerjakan dan untuk mempertahankan keyakinan yang kuat bahwa Allah akan melakukan segalanya walaupun ada rintangan-rintangan yang tampaknya tidak dapat diatasi.


Penutup

Tulisan ini merupakan materi pengantar terhadap materi-materi yang direncanakan dalam bentuk power point. Kiranya pertemuan ini dapat memberikan sedikit rangsangan bagi kita untuk memikirkan dan merumuskan kembali pelayanan pemuda dan mahasiswa yang telah dibina ataupun yang akan digumuli. Mungkin terdapat sedikit yang baru dan banyak yang terlupakan. Namun, dengan satu harapan bahwa Tuhan memberkati pertemuan ini untuk pembaharuan dan pertumbuhan gereja demi puji, hormat, dan kemuliaan bagi Tuhan.

 

 


Posted by pemudakristen at 6:28 PM
Share This Post Share This Post
Post Comment | Permalink

Newer | Latest | Older