Make your own free website on Tripod.com
PEMUDA YPD&PA SUMUT
Blog Tools
Edit your Blog
Build a Blog
RSS Feed
View Profile
« September 2017 »
S M T W T F S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
You are not logged in. Log in
Entries by Topic
All topics  «
Artikel PAP
ARTIKEL PAP 29 Sept-07
Kategori Pemuda
VALENTINE
Wednesday, 11 June 2008
Stress dan Depresi
Now Playing: Stress & Depresi
Topic: Artikel PAP

STRES & DEPRESI

 

I.  PENDAHULUAN

        Dewasa ini banyak orang yg membicarakan tentang stres dan depresi, tapi saya rasa tidak banyak pula yang mengetahui secara utuh atau secara lengkap apa sebenarnya stress dan depresi itu, bagaimana timbulnya, bagaimana menanggulanginya dan seterusnya. Stres dan depresi sebenarnya adalah dua hal yang sepertinya sama namun tidak persis sama. Berikut ini adalah penjelasan tentang kedua hal tersebut.

 

II. STRES

      Stres itu adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa terdesak atau tercekam dan ini disebabkan oleh tekanan, bisa dari luar, bisa dari dalam atau kedua-duanya.

Antara stres dan depresi. Depresi itu adalah gejalanya, maksudnya stres itu suatu kondisi yang kita alami dan kondisi yang kita alami bisa membuat kita itu mengalami gangguan yang namanya depresi atau juga misalnya bukan hanya depresi yang bisa timbul, misalnya gangguan-gangguan yang lain. Dalam stres yang berat orang bisa menderita schizophrenia. Reaksi manusia berbeda-beda dalam menghadapi tekanan-tekanan di dalam kehidupan. Apa yang bagi seseorang dapat menimbulkan stres, bagi orang lain tidak. Jika terlalu banyak kejadian mendadak terjadi sekaligus, penangggulangan tekanan menjadi lebih sukar. Latar belakang seseorang, struktur neurologinya, dan pengalaman- pengalamannya yang terdahulu dalam menghadapi tekanan, mempengaruhi cara dia memberi tanggapan. Seorang yang kehilangan pekerjaan dapat merasa hancur, tetapi sebaliknya ada orang lain yang kehilangan pekerjaan tetapi ia melihat hal itu sebagai suatu kesempatan untuk maju karena ia dapat menemukan kedudukan baru yang kemungkinan lebih baik. Masing-masing orang memiliki ketahanan yang berbeda dalam menghadapi stres. Ada yang lebih kuat dan ada juga yang mudah sekali untuk mengalami stres. Seorang pria dan wanita pun berbeda, pada pria misalnya tampak gejala stres yang lebih dirasakan berat adalah di dalam dunia kerja. Bila dibandingkan dengan wanita yang lebih rentan terhadap stres karena buruknya hubungan sosial.

 

Jenis-Jenis Stres

Seorang Ahli terapi dari Australia, Dr Charmaine Saunders menyatakan stres bisa dikategorikan dalam tiga jenis yaitu:

 

1. Stres fisik, yang memiliki gejala seperti berikut : Rasa lelah yang sangat, Insomania akut, Sakit kepala, Rasa sakit yang tidak jelas, Mudah terserang penyakit, Lesu tidak bergairah, Tubuh tegang.

2. Stres emosional, dengan gejala yang lebih sulit dikenali, yaitu: Tidak mau berhubungan dengan orang lain, Depresi, Cepat marah, Perasaan tidak menentu, Panas hati (jengkel berkepanjangan), Merasa dikucilkan, Kehilangan libido atau gairah seks.

3. Stres mental, biasanya menunjukkan gejala kejiwaan yaitu: Sulit berkonsentrasi, Hilang ingatan, Bingung, Membuang waktu dengan tidak melakukan apa-apa, Bingung dengan arah, (bisa juga karena keterikatan dengan obat-abatan dan okultisme)

 

Berbagai Penyebab Stres

1.  Hubungan yg tak pasti. Jika seseorang mengalami ketidakpastian tentang suatu hubungan seperti persahabatan atau pernikahan, stres dapat timbul. Jika seseorang memikirkan apakah pasangannya tidak bahagia atau apakah pasangannya berniat hendak meninggalkan pernikahan, tidak hanya stres yang timbul, tetapi ini mudah menjadi suatu kritis. Beban jenis ini dapat mewarnai sikap seseorang terhadap seluruh bidang hidupnya. [Baca dan terapkan Filipi 4:6-9]

 

2.  Lingkungan sekitar. Keadaan lingkungan sekitar seseorang dapat menyebabkan stres. Keadaan lingkungan yang monoton dan tidak berubah dapat merupakan masalah, sama saja seperti suatu suasana bersaing yang penuh tekanan dan yang berjalan dengan cepat. [Baca Yohanes 16:33]

 

3.  Perfeksionisme. Mempunyai standar yang terlalu tinggi merupakan jalan utama yang menyebabkan kegagalan dan penolakan diri. Sulit hidup dengan orang yang perfeksionis. Perfeksionisme biasanya berarti ketidakmantapan. Orang-orang yang mantap bersifat luwes dan bersedia mengambil resiko serta membuat perubahan-perubahan yang positif. Ketika seseorang mempunyai harapan-harapan yang tidak realistis dan ia tidak dapat mencapainya maka ia akan mulai membenci dirinya, dan ini membawanya kepada depresi. [Baca 1Yohanes 4:7 )

 

4.  Ketidaksabaran. Jika orang sangat tidak sabar terhadap orang lain, berarti ia tidak sabar terhadap dirinya sendiri. Tidak dapat menyelesaikan berbagai hal sesuai dengan rencana membuat batin orang kacau. Kata sabar berarti "dapat menahan nafsu, tidak terburu-buru atau menurutkan kata hati, tabah, sanggup menanggung". [Baca Galatia 5:22-23]

 

5.  Kekakuan. Ketidakluwesan hampir sama dengan perfeksionisme dan ketidaksabaran. Orang yang kaku menghabiskan waktu mereka untuk menyelidiki sesuatu yang mengganggu pikiran mereka. Mengakui kesalahan sendiri dan menerima pendapat orang lain adalah tanggapan yang matang dan dapat mengurangi stres. Efesus 4:2 menganjurkan, "Pertimbangkanlah berbagai keadaan dan keterbatasan karena kamu saling mengasihi" (terjemahan dari the Amplified Bible).

 

6.  Ketidakmampuan untuk rileks. Banyak orang merasa sukar untuk duduk di kursi selama sepuluh menit dengan rileks. Pikiran mereka tetap jalan dan mereka memaksa diri. Kegiatan mereka disebut momentum stres. [Baca Yesaya 32:17]

 

7.  Mudah meledak dan marah. Jika hidup seseorang ditandai dengan bom-bom penyebar amarah pada orang lain, stres tidak hanya mempengaruhi orang itu tetapi juga orang lain. [Baca Amsal 29:22]

 

8.  Kurangnya humor dan kecilnya semangat hidup. Orang-orang yang suka membanggakan diri, suka menyalahkan diri, dan karenanya mereka mengalami stres, barangkali juga merasa sedih. [Baca Filipi 4:13]

 

9.  Terlalu banyak bersaing. Membandingkan diri dengan orang lain dalam hal apa yang mereka perbuat dan apa yang mereka miliki akan menyebabkan tekanan yang tidak perlu pada diri seseorang. Kita tidak perlu membiarkan apa yang diperbuat dan dimiliki orang lain mempengaruhi hidup kita. Persaingan dalam hal-hal tertentu dapat mendatangkan kesenangan tersendiri, tetapi apabila hal ini berjalan terus-menerus maka tidak menyenangkan lagi. [Baca Maz. 37:3]

 

10.     Kurangnya harga diri. Konsepsi diri yang rendah adalah dasar dari banyaknya kesulitan dalam hidup. Depresi dan stres dapat terjadi.

 

Menanggulangi Stres

 

Bagaimana kita dapat menghilangkan stres? Ada 3 cara:

 

1.  Kita dapat mencoba mengubah keadaan lingkungan sekitar untuk mencegah hal-hal yang mungkin menyebabkan stres. Seseorang dapat berganti pekerjaan, berpindah dari lingkungan tempat tinggal, atau tidak berkunjung kepada kerabatnya sesering dulu. Sayangnya, tidak banyak orang menyadari berapa banyak perubahan tambahan yang harus dibuat dan ini dapat menimbulkan lebih banyak lagi stres.

 

2. Cara kedua untuk menanggulangi stres adalah memperhatikan gejala- gejalanya. Kita dapat berusaha mengubah tanggapan emosional dan tanggapan psikologis kita terhadap stres melalui penggunaan obat penenang, teknik-teknik relaks, meditasi, atau imajinasi.

 

3. Langkah yang ketiga ini adalah cara terbaik. Langkah ini meliputi tindakan mengubah berbagai keyakinan, anggapan dan cara berpikir negatif, yang membuat kita lebih mudah terserang stres. Persepsi dan evaluasi kita tentang dunia ini sebenarnya dapat menyebabkan stres. Mengubah sikap kita mungkin sulit, tetapi hal ini mungkin juga merupakan jalan yang paling berguna untuk mengurangi stres, tekanan dan kegelisahan.

 

III. DEPRESI

Kata depresi sebagaimana yang dipakai dalam bahasa sehari-hari mengacu sedikitnya pada dua keadaan: suasana hati dan keadaan sakit. Suasana hati yang tertekan adalah perasaan sedih, sakit dan derita yang pernah dialami oleh setiap orang. Keadaan ini biasanya tidak berlangsung lama dan tidak sampai mempengaruhi keadaan umum dari kesejahteraan tubuh atau tingkat kegunaan organ tubuh.

Meskipun demikian, depresi juga digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala. Gejala yang paling banyak dinyatakan adalah kesedihan yang terus-menerus dari suasana hati yang khas terjadi akibat terjadinya rasa kehilangan. Suasana hati yang cenderung mudah tertekan ini mempengaruhi keseluruhan kepribadian. Si penderita dalam kehidupan mentalnya tenggelam dalam rasa kehilangan yang nyata atau yang hanya bayangan belaka; dalam kehidupan sosialnya ia menarik diri dari pergaulan dengan keluarga dan teman-temannya; dan dalam kehidupan rohaninya ia terganggu oleh perasaan-perasaan terasing dari Allah. Penderita tersebut bisa juga secara fisik terganggu oleh nafsu makan yang turun, berat badan yang turun dan insomnia (penyakit sulit tidur). Perasaan putus asa dan pikiran untuk bunuh diri juga biasa muncul dalam diri penderita depresi.

 Kenapa orang atau kita bisa terkena depresi atau orang-orang yang memang rentan terhadap depresi?

 

1. Faktor fisik, adakalanya depresi disebabkan oleh hal-hal yang bersifat jasmaniah atau biologis. Yaitu lebih mengacu pada fungsi kerja sel-sel di otak kita atau kita sebut senyawa kimiawi. Contoh orang-orang yang menderita depresi ditemukan kekurangan senyawa kimiawi yang disebut sorotonin.


Tanda orang terkena depresi yang paling jelas adalah :

a.  Kehilangan minat pada hampir semua aspek kehidupannya, hal-hal yang biasanya dia lakukan tiba-tiba tidak menarik hatinya lagi dan tidak ingin dilakukannya lagi.

b. Keresahan yang luar biasa, tegang terus bawaannya. Dan pada depresi yang sudah berat kita akan bisa lihat penampakan wajahnya yang kaku sekali.

 

2. Depresi juga bisa muncul dari akibat fungsi otak kita.

 

3. Depresi disebabkan oleh kondisi kehidupan kita, ini bisa menyerang siapapun, yaitu pada waktu tekanan hidup terlalu berat dan kita tak sanggup lagi untuk memikulnya. Di sini juga ada 2 tipe orang yaitu:

a.  Ada orang yang memang daya tahannya lemah sehingga waktu menanggung beban yang sedikit terlalu berat dia ambruk, dia mengalami depresi.

b. Namun ada orang-orang yang normal yang biasa mempunyai daya tahan yang kuat namun terpukul terus-menerus oleh hempasan-hempasan dalam hidup sehingga akhirnya dia ambruk.

 

      Jadi dapat saya simpulkan bahwa pada umumnya depresi disebabkan oleh karena ketidakseimbangan, ketidak-seimbangan antara tekanan hidup dan daya tahan untuk menanggungnya.

 

Ada 2 jenis depresi yaitu:

a.  Depresi berat atau major depression. Orang secara tuntas dan total kehilangan kemampuan memaksa dirinya untuk mengerjakan hal-hal yang dia harus kerjakan.

 

b. Depresi yang lebih ringan yang disebut destimia. Dalam hal ini orang masih bisa berfungsi pada umumnya meskipun depresinya berkepanjangan bulan demi bulan, tahun demi tahun namun dia masih bisa mengerjakan tugasnya.

 

Saran saya bagi yang sedang menderita depresi:

a.  Jangan berpikir bahwa Anda hanyalah menambahkan beban pada orang, sebab orang di sekitar kita justru ingin kita sembuh, ingin kita kembali seperti semula.

b. Meskipun sulit untuk percaya pada orang, pada nasihat-nasihat tapi dengarkanlah nasihat-nasihat orang, pergilah ke dokter kalau memang itu yang diperlukan, makan obat secara teratur dan carilah orang yang bisa membantu memberikan petunjuk-petunjuk.

c.  Selalu berharap pada Tuhan sebab Tuhan tidak meninggalkan orang yang dalam kesusahan.

 

Firman Tuhan berkali-kali berkata : "Dia adalah penolong dalam kesesakan," orang yang depresi adalah orang yang sesak, nafas pun tidak enak, Dia berjanji Dialah penolong bagi orang yang dalam kesesakan. Amsal 21:18, "Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat." Hiduplah dengan keseimbangan, pertimbangkan semuanya, rencanakan hidup ini jangan hidup sepertinya tidak ada aturan tidak ada pertimbangan. Hiduplah dengan penuh pertimbangan, hidup yang penuh pertimbangan, bisa menghindarkan diri kita dari depresi..

 

IV. PENUTUP

Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan jika kita serahkan kepada Yesus. Ingat yang dapat kita hadapi, hadapilah, yang tidak dapat kita hadapi serahkan pada Yesus. Allah tahu mengerjakan yang terbaik bagi kita.

 

Refleksi :

Berhentilah mengingat masalah dan persoalan yang membebani hidup kita yang akhirnya membuat hidup kita menjadi stress dan depresi, tetapi ingatlah akan kasih Tuhan, ingatlah apa yang Yesus sudah lakukan dalam hidup kita sehingga kita dapat menjalani kehidupan ini dengan rasa syukur dan sukacita.

 

Doa :

Tuhan, saya tidak mau menjadi stress dan depresi karena saya tahu Tuhan selalu menyediakan yang terbaik dalam hidup saya. Oleh karena itu, tuntun dan sertailah sehingga saya dapat melewati segala masalah dan persoalan dengan kemenangan dari Tuhan. Amin.                  ? /nan1

 

Referensi:

1. Konseling Krisis, H. Norman Wirght, Gandum Mas,1996 Hal. 256-260

2. Kenali dan Kendalikan Stress Anda, Yulius Shandy, Milis Ayah Bunda

3. Kepemimpinan, Enos D. Marin, Yayasan Andi, Hal. 48-49

4. Mengenal Depresi, Pdt. Paul Gunadi PhD. dkk, Milis Telaga 

5. Lord, I've Got a Problem, Don Baker, Harvest House Publisher, Oregon

6. Bebas dan Merdeka dari Stress & Depresi, Pdt. Gilbert Lumoindong, STh. Milis GL. Ministry

 


Posted by pemudakristen at 10:22 AM
Share This Post Share This Post
Post Comment | Permalink
Problematika Asumsi Dunia
Mood:  energetic
Now Playing: Problematika Asumsi Dunia
Topic: Artikel PAP

PROBLEMATIKA ASUMSI DUNIA

Seringkali sebagai orang Kristen kita didikte oleh asumsi-asumsi dunia, yg terkadang memang secara logis terlihat benar. Tetapi ada beberapa celah yang perlu kita soroti, sehingga kita tidak mau dijebak di dalamnya.

 

a. Kekristenan Ideal tapi Tak-Teraplikasikan

Salah satu asumsi yang seringkali didengungkan oleh mereka yang Kristen tapi tanggung adalah satu konsep bahwa ajaran iman Kristen itu sangat ideal, sangat baik, sangat tinggi, agung, tetapi sayang, nggak bisa diterapkan. Masalahnya adalah orang2 yg sudah sebelumnya menetapkan bahwa itu mustahil. Orang-orang ini didikte oleh dunia, bahwa kalau hidup di dunia tidak mungkin dengan iman Kristen, harus dengan cara dunia. Asumsi ini yang justru perlu dipertanyakan. Betulkah cara dunia itu yang bisa diterapkan? Ataukah cara dunia itu yang akan membawa kepada kebinasaan? Betulkah dengan korupsi, manipulasi, kolusi, semua baru bisa jalan, ataukah justru semua itu yang membuat secara global sistem dunia ini menjadi macet, mempersulit diri, merusak diri, dan pada akhirnya justru menghancurkan diri?

Banyak orang pikir Mat 16:24-26 adalah ajaran yang absurd dan merugikan (orang harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus setiap hari). Tetapi justru cara itulah yang terbaik bagi manusia.

 

b. Dunia berdosa harus diatasi dengan cara berdosa

Salah satu konsep yg sangat berakar secara natural dalam diri manusia, apalagi yang sudah berkembang dan berakar dalam dosa, adalah pola "mata ganti mata" dan "gigi ganti gigi." Konsep ini pada dasarnya tidak salah kalau diterapkan secara tepat, yaitu dari Allah terhadap manusia (antara Pencipta terhadap ciptaan), bukannya manusia terhadap Penciptanya, atau ordo yang tidak mutlak terhadap ordo yang mutlak. Tetapi egoisme manusia telah membuang segala bentuk pembedaan yang hakiki ini. Akibatnya, muncul konsep, kalau dunia yang berdosa menggunakan cara berdosa, maka itulah juga cara yang harus ditempuh setiap orang untuk bisa survive di tengah dunia.

Celakanya, ketika kita sudah menjadi Kristen, sikap ini masih terus kita bawa. Gejala ini juga tampak pada murid-murid Yesus sebelum mereka mengerti sesungguhnya apa itu Kekristenan dan pola pikir Kristen. Mereka berusaha menggunakan cara-cara yang musuh mereka lakukan, dan berusaha untuk membalas mereka juga menggunakan cara yang dunia lakukan.

Salah satu konsep seperti ini berlaku khususnya di dunia bisnis, yaitu bahwa dunia bisnis memang sudah dikenal sebagai dunia yang kotor, sehingga kalau bergerak disitu yang harus berkanjang lumpur. Makanya jangan pakai baju putih. Lebih baik pakai celana gombal saja. Dunia berdosa perlu dihadapi juga dgn cara dosa.

Tetapi kalau kita kaji lebih cermat, adakah satu bidang di dunia ini yang tidak tersentuh oleh dosa? Bahkan di dunia agama, dosa masuk begitu hebat, sehingga dunia keagamaanpun tidak bisa bersih dan suci murni. Fakta ini perlu disadari, sehingga kita sadar, kemana kita lari, kita juga akan berhadapan dengan fakta yang sama. Bukan hanya dunia bisnis (atau lebih sempit: cuma di kantorku saja) yang brengsek. Seringkali ada orang Kristen yang berpindah dari satu kantor ke kantor lain, karena ia merasa kantornya "kurang Kristen." Ia mencari lingkungan yg imun, tanpa virus&tanpa bakteri. Maka satu-satunya tempat bagi dia adalah karantina.

Sejauh kita hidup, tidak mungkin kita bisa berharap ada satu tempat yang murni suci tanpa tersentuh dosa. Tetapi yang menjadi masalah, justru bagaimana di tengah dunia berdosa kita bisa tidak berdosa, atau lebih tepat memperjuangkan kehidupan pertumbuhan iman yang tidak berhenti berproses.

Salah jika kita mau didikte oleh asumsi dunia. Dunia berdosa tidak perlu dihadapi juga dengan cara dosa. Itu hanya menunjukkan bahwa kita jauh berada di bawah dunia, karena dunia yang mendikte kita. Seharusnya, kita bisa memberikan alternatif kepada dunia, untuk melihat cara penanganan yang lebih baik. Kita bukan mau membalik dunia, tetapi memberikan alternatif, sehingga dunia bisa melihat bahwa bukan cara mereka saja yang bisa dijalankan. Terobosan seperti ini memang membutuhkan tenaga, pemikiran, serta pengorbanan lebih besar. Tetapi sama seperti dunia juga berjuang keras untuk mendikte kita, marilah kita jangan mau dihanyutkan begitu saja, tetapi berjuang untuk juga menyodorkan alternatif kebenaran kepada dunia. Kita perlu merombak paradigma dunia dengan paradigma Kristen yang sejati. Baru dari situlah ada dasar pijak yang sejati dan acuan interpretasi yang benar untuk anak Tuhan bisa hidup di tengah dunia berdosa.

 

c. Kesucian Instan (Instant Holiness)

Asumsi ketiga yang sangat menyulitkan orang Kristen adalah konsep kesucian instan. Satu tekanan yang sengaja dunia berdosa kerjakan terhadap orang Kristen adalah tuntutan kesucian instan ini. Mereka tidak mau menerima konsep paradoks dan prinsip proses dinamis pertumbuhan Kristen.

Asumsi ini menekankan bahwa ketika kita menjadi Kristen, maka kita menjadi ciptaan baru, menjadi anak Tuhan, menjadi orang benar dan orang kudus. Istilah-istilah ini tidak salah, bahkan mutlak benar, tetapi interpretasinya yang bisa salah. Konsep ini kemudian dipakai dan dijadikan "truf" oleh orang non-Kristen utk menekan orang Kristen. Mereka langsung menuntut kesempurnaan dari orang tersebut. Maka asumsi ini menjadi tekanan bagi orang Kristen, yaitu ketika bertobat, ia harus segera menjadi suci sempurna, tidak ada kesalahan atau dosa yang dilakukan lagi, semua konsepnya menjadi Alkitabiah murni dan hidupnya menjadi malaikat. Celakanya, banyak orang Kristen, yg mendapat tekanan utk bersaksi dan memberitakan Injil "termakan" oleh asumsi ini, sehingga mereka berjuang keras utk menjadi malaikat (atau orang suci). Akibatnya mereka menjadi stress berat. Setelah stress berat, banyak orang Kristen yang akhirnya malah meninggalkan konsep kesucian Kristen dan berkembang menjadi liar, karena mereka anggap tokh mau suci juga nggak bisa, mendingan nggak usah jadi Kristen sekalian, atau menerima segala kebrengsekan hidup sebagai kewajaran.

Kita perlu sadar, bahwa sekalipun ketika bertobat kita langsung berstatus orang kudus, tetap kita berada di dalam proses untuk mencapai kesempurnaan status itu. Kita perlu memperkenankan Tuhan dan Firman-Nya menggarap hidup kita secara dinamis di dalam proses waktu. Kita tidak bisa menuntut Tuhan merubah kita dalam waktu satu detik menjadi orang sempurna.

Tuntutan Kristen instan membuat banyak orang Kristen menjadi stress atau munafik. Mereka berusaha menampilkan hidup yang palsu demi agar bisa menunjukkan "ke-instan-annya." (mirip supermi). Memang kita perlu memproses hidup kita sebaik mungkin dan secepat mungkin bisa bertumbuh, tetapi kita perlu membiarkan proses itu terjadi di dalam waktu. Semakin kita bertumbuh, semakin kita mampu mengerti hidup dan panggilan kita di hadapan Tuhan, serta bagaimana kita menggarapnya sesuai dengan kehendak Tuhan. Untuk itu, kita perlu terus belajar, memproses diri dan siap dibentuk oleh Tuhan.

 

KESALAHAN-KESALAHAN ASUMSI

 

A. Manusia pada hakekatnya baik

Salah satu anggapan dasar yang senantiasa berusaha dipertahankan oleh manusia adalah bahwa manusia itu baik. Kalau ada yang tidak baik itu hanyalah karena pengaruh lingkungannya. Karena itu, manusia sulit menerima fakta kejahatan yang ada di sekelilingnya. Yang lebih berbahaya lagi, konsep ini bisa berlanjut lebih jauh sampai pada kesimpulan bahwa Allah itu tidak ada. Mereka langsung mempertanyakan, jika Allah ada, mengapa masih ada kejahatan, mengapa ada cacat, peperangan, bahkan kematian. Mereka beranggapan bahwa mereka hanyalah "menjadi korban" dari lingkungan atau situasi di sekelilingnya.

Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa setelah Adam jatuh ke dalam dosa, maka setiap manusia sudah berdosa dan tidak ada yang benar (Kej 3; Rom 3:9-23). Dan Tuhan Yesus mengkonfirmasikan bahwa tidak ada yang baik, kecuali Allah (Mat 19:16-17). Ide ini mendobrak ilusi manusia di atas. Manusia beranggapan bahwa manusia itu baik, padahal Tuhan sendiri menegaskan bahwa manusia berdosa itu tidak baik. Di sini terjadi kontras pandangan. Di dalam kasus ini, jelas kita harus melihat kebenaran firman sebagai presuposisi utama (band. dengan artikel "Presuposisi Teologi"). Jadi jelas asumsi dunia berdosa, bahwa manusia berdosa itu baik, tidak mungkin benar.

Namun, penjelasan seperti ini tidaklah mudah diterima oleh para penganut paham atau asumsi diatas, sebelum meyakini sungguh, bahwa asumsi itu memang benar-benar tidak benar. Kita mungkin bisa melihat beberapa aspek untuk menunjukkan bahwa apa yang Alkitab katakan memang mutlak benar.

Pertama, kita mencoba menelusur asumsi itu dari dalam asumsi itu sendiri. Jika manusia itu memang baik, maka apa yang dilakukan oleh manusia akan baik. Tetapi pada faktanya, kita perlu menguji kembali, apa yang manusia lakukan. Benarkah mayoritas manusia itu baik. Dunia menyatakan bahwa tidak ada satu negara di dunia ini yang tidak memerlukan polisi dan pengadilan. Juga tidak ada satu negara yang penjaranya sama sekali kosong, karena orang-orang ditempat itu baik semua. Itu menunjukkan bahwa kejahatan, yang merupakan fakta riil yang melawan kebaikan, ada di seluruh dunia. Maka dari dalam diri asumsi itu sendiri, yaitu bahwa manusia pada hakekatnya baik, sudah terlawan oleh fakta yang menyatakan bahwa pada hakekatnya manusia jahat (tidak ada kambing jahat atau buah pepaya jahat, atau batu yang jahat, karena mereka tidak beretika) ada di mana-mana. Manusia memerlukan pendidikan moral dan pengajaran etika yang keras untuk bisa bermoral dan tidak jahat. Sebaliknya, untuk manusia menjadi kurang baik, tidak perlu dilakukan usaha apapun secara serius. Semua ini hanya membuktikan bahwa pada hakekatnya manusia berdosa itu jahat, bukannya baik. Manusia yang baik hanya terjadi ketika Allah mencipta Adam, tetapi keadaan ini sudah berubah sejak dosa masuk ke dalam diri manusia. Itulah yang Alkitab nyatakan kepada dunia.

Kedua, asumsi bahwa kalau manusia menjadi jahat adalah akibat pengaruh lingkungan, sebenarnya membuktikan bahwa manusia itu secara mayoritas jahat (paling tidak dari lingkungan itu). Siapakah yang disebut sebagai lingkungan yang menjadikan manusia itu jahat? Jawabnya adalah manusia juga. Jadi kalau manusia menjadi jahat karena produk lingkungan, berarti ia sendiri merupakan bagian dari pembentuk kejahatan, karena ia sendiri adalah bagian dari apa yang dikenal sebagai "lingkungan." Kalau ia mau mengatakan bahwa ia tidak jahat, tetapi semua manusia lain yang jahat, sikap itu sendiri sudah sangat jahat, karena mempersalahkan begitu banyak orang untuk tidak mau mengakui kejahatan diri sendiri. Kita yang mengatakan bahwa saya jahat karena lingkungan saya jahat, hanyalah usaha untuk melempar kesalahan kita pada pihak lain untuk mau melepaskan tanggung jawab. Sikap itupun pada dirinya sendiri sudah tidak baik, dan membuktikan bahwa kita pada hakekatnya tidak baik.

 

B. Manusia penentu nasibnya

Selanjutnya manusia akan beranggapan bahwa tidak ada siapapun yang bisa menolong manusia kecuali manusia itu sendiri. Dengan kata lain, manusia harus bisa menentukan nasibnya sendiri, atau lebih tepat, kalau manusia tidak mau melakukan, maka iapun akan menjadi korban dari nasibnya sendiri. Anggapan ini bukan hanya dipegang oleh para Ateis, tetapi juga oleh para Deis, yaitu orang-orang yang masih percaya ada Tuhan, bahkan percaya bahwa Tuhan itu yang mencipta manusia, tetapi mereka meyakini bahwa Tuhan itu tidak bisa berbuat apa-apa atas manusia, atau dengan kata lain, setelah mencipta, maka Allah melepaskan manusia untuk menentukan nasibnya sendiri.

Sepintas, pikiran ini sepertinya mengharuskan manusia betul-betul memikirkan bagaimana kita harus hidup efektif dan berani berjuang untuk tidak sekedar menerima "nasib" dan hidup secara skeptis. Namun jika dilihat dari sudut pandang Kristen, asumsi ini memiliki bahaya yang sangat besar, karena ditegakkan di atas pra-asumsi yang salah.

Pemikiran ini mempunyai dua dasar pikir, yaitu: (a) Tuhan hanya bisa mencipta, tetapi tidak kuasa atas sejarah dan pergerakan alam, sehingga mau tidak mau, manusialah yg menentukan semuanya. Dan (b) manusia adalah makhluk yang mampu dan mempunyai kekuatan utk menjalankan nasibnya sendiri secara totalitas. Padahal justru kedua pra-asumsi itulah yg salah.

Pertama, Allah bukan hanya bisa mencipta, tetapi Ia juga penopang dan pemelihara alam semesta. Alkitab menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan atas sejarah. Hal ini dinyatakan dengan berbagai fakta dan penjelasan Alkitab, seperti seluruh sejarah berada di dalam kurun waktu, sedangkan waktu itu sendiri dicipta oleh Allah yang sendirinya berada di luar waktu. Dengan demikian, seluruh sejarah tidak mungkin lepas dari kontrol Allah. Alkitab juga menegaskan bahwa Allah adalah Allah yang Mahakuasa. Itu berarti, tidak ada kuasa apapun yang lebih besar dari kuasa-Nya sendiri, sehingga tidak ada apapun yang bisa membatasi diri-Nya kecuali diri-Nya sendiri. Dengan demikian, jika manusia merasa dia lebih hebat dari Allah, itu satu asumsi yang sangat memalukan, karena menyatakan arogansi manusia sebagai makhluk yang dicipta.

Kedua, manusia bukan hanya dicipta, tetapi sebagai ciptaan, ia menjadi makhluk yang terbatas. Ia terbatas secara ruang dan waktu, ia juga terbatas secara kemampuan dan tenaga. Manusia tidak pernah bisa menetapkan apa yang akan terjadi satu jam dimukanya. Ia juga tidak bisa berada di dua tempat yang berbeda pada saat yang sama. Banyak hal yang ia tidak ketahui dan tidak mampu lakukan. Dengan demikian sungguh sombong jika ia menyatakan bahwa ia adalah penentu nasibnya sendiri. Dalam banyak aspek memang kita turut bekerja di dalam menggarap nasib kita. Kita memang bukan robot yang diprogram, tetapi kita harus tahu bahwa masih ada kuasa yang lebih besar dari kita, dan mau tidak mau kita harus bergantung kepada-Nya. Kesadaran ini adalah kesadaran yang justru wajar. Itulah kesadaran sebagai makhluk yang bergantung. Maka Alkitab menyatakan bahwa kita harus bersandar pada Tuhan, dan nilai serta perjalanan hidup kita harus dikonfirmasikan di hadapan Tuhan. Itulah cara terbaik dan pola hidup yang sesungguhnya dari satu makhluk yang bernama "manusia."


Posted by pemudakristen at 10:15 AM
Share This Post Share This Post
Post Comment | Permalink
Friday, 22 February 2008
PRIA & WANITA
Mood:  cool
Topic: VALENTINE

PRIA DAN WANITAWink

 

Menjadikan satu dari dua kepribadian yg sangat berbeda bukanlah perkara yg mudah. Jadi sudah pasti akan memakan waktu dan terlebih penting daripada memakan waktu dalam penyesuaian, akan ada bagian dari dalam diri kita yang harus direlakan termakan atau harus direlakan pergi, dikesampingkan, kalau tidak dua tidak bisa menjadi satu.

Sekalipun Firman Tuhan menjabarkan dengan jelas bahwa di dalam dan melalui pernikahan pria dan wanita akan "menjadi satu daging" (Kejadian 2:24), namun pada kenyataannya, mengejawantahkan kesatuan ini tidaklah mudah. Saya kira, salah satu sumber kesulitannya adlh pria &wanita memiliki kualitas-kualitas yang berbeda. Masalahnya ialah, pria tidaklah selalu berhasil memahami wanita, demikian juga sebaliknya.

Kejadian 1:27 memaparkan bahwa Tuhan memang menciptakan manusia, "laki-laki dan perempuan", dua jenis manusia, bukan satu. Di samping persamaan, juga terdapat perbedaan di antara pria dan wanita.

 

A.      Wanita

Akankah pria pernah benar-benar memahami wanita? Apakah Anda pernah memerhatikan bahwa kebanyakan wanita memiliki banyak sekali pakaian? Gaun, rok, celana panjang, dan blus. Dan jangan lupakan aksesorisnya: sepatu, ikat pinggang, scraf, dan benda-benda untuk rambut mereka. Daftar itu tidak ada habisnya! Pada saat ini, kebanyakan wanita memiliki pakaian lebih banyak daripada yang bisa mereka kenakan seumur hidup. Namun, mereka terus-menerus membelinya! Mengapa? Kita tidak tahu.

Lihatlah lemari pakaian yang dipakai bersama-sama oleh kebanyakan pasangan. Tiga perempat dari lemari pakaian tersebut dipenuhi oleh pakaian wanita. Jika cahayanya baik dan Anda benar-benar melihatnya dekat, Anda baru bia sedikit melihat bagian kecil yang terpakasa digunakan oleh pria.

Sifat lain dari wanita yang tidak dipahami oleh pria adalah cara mereka berbicara. Wanita sangat  menyukai detail-detail dan bisa mengingat setiap peristiwa sehari-hari dengan kejernihan yang mengagumkan. Bahkan, setiap peristiwa selama kurun waktu dua puluh lima tahun yang lalu pun bisa diingatnya.

Ini merupakan hal yang sangat baik. Masalahnya adalah seorang wanita ingin membagi semua detail dengan prianya. Pria ingin gambaran yang besar, sketsa secara keseluruhan. Pria tenggelam dalam banyak detail, sementara wanita menghabisakan 20 menit utk mendes-kripsikan apa yg terjadi, bagaimana perasaanya tentang hal itu, dan bagaimana itu memengaruhi hidupnya.

Tdk ada pandangan yg lebih menyedihkan di dunia dibandingkan dgn seorang pria yg pasangannya sedang menangis. Pria tdk tahu apa yg harus dilakukan. Segala sesuatu yg dicobanya, tampaknya ketahuan sebelumnya dan menyebabkan lebih banyak tangisan yg merupakan hal terakhir yang diinginkannya. Jika pria mendekat dan mencoba menghiburnya,wanita berkata, “Mundurlah. Beraninya kamu menyentuhku! Kamu yg menyebabkan masalah ini.” Jika pria mundur dan memberikan ruang bagi wanita yang dicintainnya, wanita berkata, “Benar, jangan pedulikan aku. Kamu memang tidak pernah peduli.”

 

B.      Pria

Akankah wanita pernah benar2 memahami pria? Selama masa pacaran, pria merupakan semangat percintaan yg absolut. Ia begitu halus, memesona, penuh perhatian dan peduli. Semua tujuan hidupnya adlh menyenangkan wanitanya. Setiap keinginan wanita adalah perintahnya. Namun apakah yg terjadi pada diri seorang pria setelah pernikahan? Sebuah transformasi yg buruk terjadi sehingga istrinya tidak bisa memahami kepribadiannya.

Setelah pernikahan dan beberapa tahun masuk ke dalam pernikahan hal-hal yang terjadi, sedikit berbeda dari yang sebelumnya. Pria menjadi roh keegoisan yang absolut.  Kejutan lain yg sangat tidak menyenangkan bagi wanita adalah pria tidak suka melakukan tugas-tugas rutin rumah tangga. Mencuci pakaian kotor, mencuci piring, dan membersihakan debu dengan alat penghisap adalah pekerjaan-pekerjaan yg merendahkan martabat dan posisi pria. Pria lebih menyukai proyek-proyek besar dan menarik seperti membeli motor atau mobil baru dll. Semua ini adalah pekerjaan2 yang akan diperhatikan seiring dengan berjalannya waktu.

Para wanita, tidakkah mengherankan bagaimana seorang pria yang memiliki sebuah pekerjaan yang bertanggung jawab yang memerlukan kerja keras dan berbagai keterampilan, bisa menjadi begitu malas dan tidak berguna dirumah? Ketika seorang pria melewati pintu depan, IQ-nya turun 40 poin, dan tiba-tiba tidak mampu mengoperasikan alat2 dan melakukan tugas2 rumah tangga yang sederhana. Dan ketika pria menyelesaikan sebuah tugas rumah tangga yang ringan, apakah yang diduganya kemudian? Kalian tahu, para wanita. Sebuah parade kehormatan dan hadiah Nobel Perdamaian! Jika wanita membungkuk dan dengan berterimakasih mencium cincinnya, ia mencibir. Ia melakukan sebuah pekerjaan dan tidak ada seorangpun yang memerhatikannya. Sungguh malang.

Rintangan yang sebenarnya bagi seorang wanita adalah usaha2 mereka yg gagal utk mengikut-sertakan pria dlm percakapan2 yg mendalam dan pribadi. Pria tidaklah terlalu baik untuk diajak bercakap-cakap secara pribadi dan mendalam. Tampaknya para wanita berpendapat bahwa semua pria memikirkan makanan, pekerjaan mereka, olahraga dan seks. Seorang wanita yg mengamati seorang pria menggambarkannya sebagai sebidang tanah luas dari emosi yg kuat selama menyak-sikan sebuah pertandingan bola di tv: kemarahan, kegembiraan, ketakutan, keinginan besar. Maksudnya, ia menunjukkan semua ekspresi emosional di wajahnya.

Setelah melalui penelitian, kebanyakan pria memiliki kosakata yg sangat terbatas setelah pernikahan. Sesungguhnya, mayoritas pria yg telah menikah hanya mengucapkan 4 pernyataan. “Aku tidak tahu.” “Apakah kamu mengatakan sesuatu?” “Aku membutuhkan kemeja untuk besok pagi.” Dan tentu saja, pernyataan yg paling penting: “Makan malamnya apa?”

Dlm interaksinya wanita mengajukan pertanyaan2 dan berusaha mati-matian untuk membuat pria menjadi terbuka. “Wanita seperti linggis”. Pria menentang usaha-usahanya dan tidak mau terbuka. Ia menutup. Ia menarik diri. “Pria seperti kerang”.

Mengapa wanita seperti linggis? Mengapa mereka menyelidiki dan mendesak dan memeriksa informasi dari pria mereka? Semua pria berpikir, Yah, mengapa mereka melakukan itu ? Saya akan memberitahukan penyebabnya kepada Anda.

Dalam sebuah hubungan, wanita menginginkan kedekatan. Itulah prioritas utamanya. Bagi seorang wanita, jika ia tidak memiliki kedekatan dalam sebuah hubungan, ia tidak memiliki apa pun. Ia benar-benar tidak merasa bahagia dan puas.  Mengapa pria seperti kerang? Mengapa mereka menutup diri dan mengingkari yang mereka inginkan dan butuhkan di depan wanita yang mereka cintai? Semua wanita berpikir, Tolong, beritahu aku. Aku selalu bertanya-tanya mengapa. Saya akan memberitahukan penyebabnya kepada Anda.

Dalam sebuah hubungan, pria ingin mengendalikan. Itulah prioritas nomor satu bagi mereka. Bagi seorang pria, jika ia tidak memiliki kendali dalam sebuah hubungan, ia tidak memiliki apa pun.

Poin yang didapat dengan observasi2 tentang pria dan wanita adalah sangat sulit untuk memahami lawan jenis. Pria dan wanita acap kali beroperasi pada tingkat2 yg sama sekali berbeda. Cara kita melihat hubungan2, berpikir dan mengungkapkan emosi-emosi, semuanya secara dramatis berbeda. Tidak ada satu area utama saat dua gender yang berbeda bisa cocok dengan sendirinya. Tidak ada satu pun!

Mengapa Allah melakukan hal ini kpd kita? Mengapa Dia menciptakan kita begitu berbeda? Disamping memiliki ‘selera humor’, saya percaya bahwa ada 3 alasan utama.

Pertama, perbedaan2 memaksa kita supaya bergantung pada Allah. Tanpa Allah pernikahan itu tidak mungkin terjadi. Allah ingin berada di tengah hubungan pria-wanita, sehingga Dia menciptakan sebuah hubungan yang begitu sulit sehingga kita harus terus-menerus menempatkan-Nya di sana utk membuatnya berjalan lancar. Kedua, perbedaan-perbedaan kita bisa membawa kita ke dalam sebuah hubungan yg saling melengkapi. Pria dan Wanita masing-masing menyumbangkan kwalitas-kwalitas unik yg secara bersamaan bisa membuat sebuah keutuhan yang seimbang. Ketiga, perbedaan-perbedaan bisa membawa kita ke dalam sebuah keintiman yg mendalam. Karena kita sangat berbeda, kita bisa berulangkali bersatu dlm hal kombinasi-kombinasi secara fisik, emosional &spritual. Persahabatan-persahabatan sesama jenis penting dan bisa menjadi sangat dekat tetapi tidak akan pernah sedalam sebuah pernikahan heteroseksual. Keintiman manusia yang paling dalam dan paling baik berasal dari seorang pria dan seorang wanita.

Anda akan mengetahui bahwa perbedaan-perbedaan yang dikatakan bisa membawa pada manfaat2 ini. Mereka juga bisa memutuskan sebuah hubungan. Banyak hubungan lawan jenis gagal karena pasangan-pasangan tersebut tidak belajar bagaimana berurusan secara efektif dengan perbedaan-perbedaan pria-wanita yang mendasar.

Kita memulai setiap interaksi – dan saya maksudkan adalah setiap interaksi – di atas dua tingkatan yg berbeda. Jika kita harus berada di bawah permukaan dan benar2 merasa cocok sebagai pasangan, kita harus memahami perbedaan2 itu. Kita harus melihat bagaimana perbedaan2 itu memengaruhi percakapan-percakapan kita. Dan kita harus mempelajari teknik2 khusus yg akan memampukan kita utk menerima perbedaan2 kita supaya menciptakan sebuah keintiman yg mendalam dan abadi.        /n@n1

 

Sumber : David Clarke, “Laki-laki Seperti Kerang, Wanita Seperti Linggis.”  Penerbit Andi, 2005

 

 

"Mencintai dia Karena DIA"

 

(Semoga bermanfaat bagi yang mau menikah

dan semakin bijak bagi yang sudah menikah)

 

Cinta, sejuta rasanya, kata mereka yg sedang bercinta. Cinta menuju kepada pernikahan. Pernikahan bukan pestanya. Pernikahan bukan gaun pengantinnya. Pernikahan bukan setelan jas mempelainya. Pernikahan bukan dekorasi dan tempat resepsinya. Cinta adalah komitmen antara seorang pria dan wanita single yg dewasa dalam iman, dewasa dalam kemandirian keuangan. Masuk ke dlm pernikahan berarti sdh siap menghadapi tantangan.

Hidup baru dgn pasangan yg dicintai tdk selalu mudah dan mulus. Hidup baru dgn pasangan yg dicintai berarti mulai menghadapi tantangan. Mengapa menghadapi tantangan dlm kehidupan? Dua pribadi yg saling tidak tahu sepenuhnya menjadi satu, . . Bagaimana caranya menekan odol. Bagaimana caranya tidur. Ada perempuan yg setelah beberapa bulan menikah tidak mau tidur seranjang dgn suaminya sebab suaminya ngorok.

Kadang-kadang pasangan tidak tahu apa kesukaan dan apa yang tidak disukai pasangannya. Apa kesulitannya? Kadang-kadang manusia cenderung melakukan apa yang dia sukai, ingin pasangannya mengerti dan mengikutinya, tetapi dia sendiri tidak memahami kesukaan pasangannya; mengabaikannya, atau tidak mau mendukungnya. Ada pasangan yg tidak mau mempersoalkannya, tetapi ada yg kemudian menimbulkan persoalan. Kebahagiaan dalam rumah tangga bukan sesuatu yg datang dengan sendirinya. Tetapi kebahagiaan hrs diusahakan oleh kedua belah pihak, bkn dgn saling menuntut atau saling memaksa, tetapi dgn saling memahami, saling memberi atau saling memper-hatikan, bahkan saling berkorban. Sukses didlm pernikahan bukan meminta atau menuntut pasanganmu menjadi orang yg tepat, tetapi jadilah orang yang tepat untuk pasanganmu.

Pernikahan sukses bukan dgn sekedar mengharapkan kebahagiaan dari padanya, tetapi dengan menanamkan kebahagiaan ke dalamnya. Apa kuncinya? Saling memberi, saling memperhatikan, saling melayani. Rela berkorban, selalu menyangkal diri, dan suka mengampuni.

Dalam dialog selama pernikahan atau dlm kehidupan kapan saja, dengan siapa saja, ada beberapa reaksi untuk suatu percakapan. Pilihlah untuk tidak mudah marah, atau pilihlah perbincangan yang tidak menyulut kemarahan.

I Ptr 3: 7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang."

Suami, hiduplah bijaksana dgn isterimu. Hiduplah dgn pengertian terhadap perasaannya, sebab wanita biasa main perasaan. Jangan sakiti atau kecewakan perasaannya. Apa yang anda lakukan atau ucapkan, untuk kesalahan yg kecil, itu dpt disimpan lama dlm memorinya.

Ef 5:25 "Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. "

Mengasihi isteri seperti Kristus mengasihi jemaat adalah mengasihi dengan sempurna, mengasihi habis-habisan, sehingga siap mati baginya, artinya rela berkorban baginya. Perhatikan emosinya, waktu dia sakit, waktu dia lemah/lelah. Janganlah hal ini menjadi janji nikah semata-mata, tetapi utk menggenapi janji itu perlu latihan dalam hal yg kecil2. Jangan lupa berpacaran dlm pernikahan, ingat ulang tahun masing-masing, ingat ulang tahun pernikahan. Kasihi dengan seutuhnya, saling menerima apa adanya. Kasihi dengan kelembutan hati dan sikap. Kasihi dengan perasaan yg dinyatakan dlm tindakan. Cintai dia karena dia. Bukan karena wajahnya. Bukan karena tubuhnya. Semua bisa berubah. Minta Tuhan memampukan kalian saling mengasihi dan menjadi saksi di dlm dunia yg kurang kasih.

Ef 5:22-24 – “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. "

Isteri terpanggil untuk tunduk kepada suami, yaitu menghargai suami, bkn krn kecakapan atau kekayaannya, tetapi sebab dia adalah suami, yg adalah kepala utuk rumah tangga. Dia payung bagi keluarga. Dia yang melindungi dan bertanggungjawab atas keluarga, Bagaimanapun dia adalah manusia yg tidak sempuma, yg perlu. ditopang, didukung, dihargai, dihormati. Jangan merendahkan suami dalam perkataan dan perbuatan. Kalian masing-masing bukan orang yg sempurna. Namun kalian sudah cukup lama saling mengenal. Kalian sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun demikian setelah kalian menjadi satu dalam pernikahan, masih akan ada banyak hal yg kalian berdua perlu pe!ajari.

Ams 27:17 – “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."

Pernikahan adlah tempat dimana kita saling mengasah dan menajamkan, membuat 2 pribadi makin bijaksana. Biarlah Tuhan mengikat kalian dgn kasihNya yg abadi di dlm pernikahan. Tuhan memberkati sekarang n selamanya.

 


Posted by pemudakristen at 3:42 PM
Share This Post Share This Post
Post Comment | Permalink
Saturday, 20 October 2007
PAP Sabtu 20 Oktober 2007

KABAR BAIK BAGI SAUDARA!

 

     Suatu pagi setelah seorang pendeta selesai berkhotbah, dimana ia mengkhotbahkan supaya orang melawan dosa dengan gigih, seorang dari anggota jemaat berkata, “Kalau Pak pendeta membicarakan dosa lebih baik jangan terlalu terus-terang. Kalau muda-mudi kita mendengar khotbah semacam itu, mereka akan lebih cenderung untuk melakukan dosa. Katakan saja dosa itu kekeliruan atau kesalahan, tapi jangan bicara blak-blakan tentang itu.”

Si pendeta pergi ke lemari obat dan mengambil sebuah botol yang berisi Strychine. Pada botol itu tertulis RACUN. “Saya tahu maksud Saudara,” katanya. “Saudara mau etiket botol ini saya ganti. Kalau etiket RACUN ini saya ganti dengan etiket suatu bahan yang lebih lemah, seperti ‘gula-gula’ umpamanya, Saudara lihatkah bahayanya? Kalau pada botol ini ditempelkan etiket suatu bahan yang lebih lemah dari isi yang sebenarnya, racun dalam botol ini akan lebih berbahaya.”

Demikian berbahayakah dosa sehingga dapat disejajarkan dengan racun? Ya, tetapi dosa tidak dapat disejajarkan dengan racun. Dosa jauu…uhh lebih berbahaya dari racun.

 

A.  DEFENISI DOSA

 

Dosa adalah:

1. Pelanggaran akan hukum Allah (1 Yoh. 3:4)

2. Meleset/tidak mengenai sasaran,kurang/bergeser dari standart yang Allah tetapkan (PL: hatta, avon, pesha = PB : adikia, hamartia, ).

 

B.  DOSA & AKIBATNYA

Alkitab mencatat bahwa pertanyaan pertama dalam sejarah alam semesta adalah karena dosa. Allah bertanya, “Dimanakah Engkau?” (Kej.3:9) kepada manusia bukan karena Ia tidak tahu tempat persembunyian mereka, tapi Allah sebenarnya ingin menyatakan dimanakah posisi/status mereka setelah mereka berdosa. Dosa mengakibatkan manusia:

 

1. Manusia hilang dari persekutuan dengan Allah = bersiteru/bermusuhan dengan Allah. Hubungan yang sangat intim dengan Allah berganti rasa takut (Kej.3:10) Rasa syukur yang ditunjukkan karena anugerah Tuhan dipakai untuk berdalih (Kej.3:12).

Akibat hilangnya persekutuan ini, manusia merasakan kekosongan dalam hatinya. Hati manusia menjadi hampa dan gelisah. Semakin keras manusia berusaha mengisi tempat kosong yang seharusnya diisi oleh Allah tersebut dengan  hal-hal dunia yang sia-sia ini, semakin jelas pula terlihat bahwa kebutuhan tersebut tidak mungkin terpenuhi.

 

2.   Manusia bersalah dihadapan Allah, karena itu mereka berada di bawah murka Allah & kutukan-Nya (Galatia 3:10).

-    Mati secara fisik dan rohani (Kej. 2:17, bnd. 1 Kor. 15:26)

-    Mengalami berbagai-bagai penderitaan (Ayub 5:7)

-    Upah dosa adalah maut = neraka (Roma 6:23; Why. 20:14). Neraka adalah puncak dari pernyatan murka Allah. Penderitaan manusia di dunia ini barulah awal dari penderitaan kekal di neraka. Disana tidak ada penyertaan, pemeliharaan, kasih dan anugerah Allah.

 

Alkitab memberikan kesaksian bahwa:

1. Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23).

2.Upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Dan,

3.Semua usaha manusia, yaitu:

-  perbuatan-perbuatan baik (mis: suka menolong orang miskin, menolong anak yatim-piatu, menimbun pahala dll) tidak bisa memadamkan murka Allah akibat dosa, tidak ada artinya (Roma 3:10-18). Jadi, perbuatan baik manusia GAGAL menyelamatkan mereka dari upah dosa (maut=neraka).

-    hidup kudus/suci (mis: berpuasa, tidak mencuri, tidak berzinah, aktif dalam kegiatan keagamaan, dll) tidak bisa memadamkan murka Allah Yang Maha Kudus (bnd. Yes 64:6). Jadi, usaha manusia untuk hidup kudus GAGAL menyelamatkan mereka dari upah dosa (maut=neraka). ingat: dosa adalah status. Status manusia adalah orang berdosa

 

Semua usaha manusia untuk menyelamatkan diri dari MAUT (neraka) gagal!  Tapi, usaha Allah TIDAK MUNGKIN GAGAL!

 

C. KASIH & KEADILAN ALLAH DINYATAKAN

Allah MENGASIHI manusia (Yeremia 31:3) dan tidak ingin mereka dihukum di neraka. Tapi, Allah juga harus MENJATUHKAN HUKUMAN (keadilan Allah) atas dosa-dosa mereka karena Ia sendiri telah menetapkan bahwa upah dosa adalah maut! (Roma 6:23). Bagaimana KASIH sekaligus KEADILAN Allah dinyatakan?


 

Allah menyatakan kasih dan keadilan-Nya dengan menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus dan mati di kayu salib untuk menanggung maut yang seharusnya ditanggung manusia.

 

     “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh”  (1Petrus 2:24)

 

D. APAKAH YANG HARUS AKU LAKUKAN?

     Pengampunan dan keselamatan adalah anugerah (kasih karunia) Tuhan (Efesus 2:8). Anugerah adalah:

-  Pemberian, cuma-cuma, gratis! (gratis karena terlalu mahal untuk dibayar…!)

-  Bukan hasil  usaha/upah manusia

     Untuk menerima anugerah keselamatan (surga, hidup rohaninya) Saudara tidak perlu berbuat apa-apa…cukup dengan PERCAYA (beriman) kepada Yesus Kristus. Percaya yang bagaimana? Percaya (beriman) yang mencakup tiga hal:

1. Tahu fakta 

Yesus sudah mati untuk menanggung hukuman atas dosa-dosa kita. Saudara harus tahu hal ini!

2.         Yakin hal itu sungguh-sungguh terjadi 

Ada banyak khotbah tentang Yesus yang mati di kayu salib untuk menanggung hukuman atas dosa-dosa, tapi banyak yang menganggap hal ini hanya dongeng. Saudara harus yakin bahwa hal itu benar-benar terjadi, bukan dongeng!

3.         Penyerahan diri yang total kepada Kristus Yesus.

   Tujuan hidup, pengharapan, cita-cita, dan semua pergumulan…serahkan pada Yesus. Andalkan Dia dalam seluruh aspek kehidupan Saudara…secara total, bukan sebagian-sebagian!

 

Empat Langkah Percaya:

  1. Mengakui dosa dihadapan Tuhan dengan kerendahan hati. (1 Yohanes 1:9)
  2. Menyadari bahwa saya adalah orang yang harusnya dimurkai Allah (Efesus 2:3)
  3. Datang dengan hati yang tulus/kepolosan hati seperti anak kecil (Markus 10:15)
  4. Kerelaan untuk membuka hati (Wahyu 3:20

 

Apa yang terjadi ketika Saudara percaya kepada Yesus Kristus?

1. Saudara BERDAMAI dengan Allah. Ketika Yesus Kristus mati di kayu salib, Dia memperdamaikan Saudara dengan Allah dan memulihkan hubungan Saudara dengan-Nya lewat iman di adalam Kristus. Perseteruan berubah menjadi persahabatan, hidup jauh dari Allah berubah menjadi dekat dengan Dia, dan kebencian akan Allah berubah menjadi kasih akan Allah (Roma 5:1, 10; 2 Korintus 5:18-20; Efesus 2:16, Kolose 1:20-22).

2. Saudara DITEBUS dari hukuman atas dosa.

Kematian Kristus berarti bahwa Saudara dilepaskan dari ikatan dosa dan setan. Harga penebusan bagi dosa Saudara telah dibayar lunas. (Matius 20:28, Roma 3:24; 1 Korintus 1:30; Galatia 3:13; 4:4-5; Efesus 1:7; Kolose 1:14; Titus 2:14; Ibrani 9:12; 1 Petrus 1:18-19).

3. Saudara DIBENARKAN dihadapan Allah.

   Tatkala Yesus Kristus mati, Dia mengambil alih hukuman Saudara. Oleh karena itu, tatkala Saudara mempercayai-Nya, dosa-dosa Saudara sudah tidak lagi melekat pada Saudara (Roma 3:24; 4:5; 5:1,9; 8:30,31; Titus 3:4-7)

4. Saudara TERLEPAS dari murka Allah. Kristus telah mempersembahan diri-Nya untuk melenyapkan murka Allah dari diri Saudara. (1 Yohanes 2:2; Roma 3:25; Ibrani 2:17; 1 Yohanes 4:10).

 

E. LANGKAH SELANJUTNYA ?

      Pemeteraian Roh Kudus dalam diri orang percaya bersifat kekal, sekali untuk selamanya, sehingga kebangkitan manusia secara rohani juga satu kali untuk selamanya !! Karena itu, keselamatan juga bersifat kekal…tidak pernah hilang dan tidak bisa dirampas oleh siapa pun…”dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:28-29)

     Kerohanian orang yang sudah percaya tidak akan pernah mati lagi. Tapi, bisa saja menderita kelesuan. Karena itu sebagai langkah lanjutan untuk menjaga agar kita tidak sakit/lesu rohani, kita harus:

 

 

     Bila Saudara masih ragu akan keselamatan Saudara, berdoalah kepada Tuhan Yesus supaya Ia membuka pikiran Saudara akan anugerah terbesar yang pernah ada dalam sejarah dunia, agar Tuhan Yesus mengajar Saudara secara pribadi…bacalah kembali tulisan ini…dan bila Saudara mengerti dan ingin menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus..berdoalah secara pribadi kepada Tuhan Yesus..mengucap syukur untuk kematian-Nya yang telah menanggung dosa dunia.. akuilah bahwa Saudara orang berdosa dan butuh diselamatkan dari penghukuman api neraka, mintalah Tuhan Yesus menghapus dosa-dosa Saudara…mintalah agar Tuhan Yesus memeteraikan Saudara dengan Roh Kudus dan bersyukurlah bahwa nama Saudara sudah tercatat dalam buku kehidupan di sorga… Amin

 


Posted by pemudakristen at 10:52 AM
Updated: Saturday, 20 October 2007 10:57 AM
Share This Post Share This Post
Post Comment | Permalink
PAP Sabtu 06 Oktober 2007
Mood:  a-ok

"PRAJURIT YANG TANGGUH"

 

Menjadi Prajurit

 

1. Untuk menjadi prajurit seseorang perlu dilatih.

Dia perlu memiliki penundukan terus menerus kepada komandannya dan kepada setiap otoritas yang mewakili komandannya. Sebagai contoh: Pada saat sepasukan prajurit diterjunkan di medan pertempuran sebagian ditugaskan sebagai pengintai, sebagian dijadikan orang yang memancing musuh, sebagian menjadi backing perlindungan. Walaupun yg dijadikan pemancing musuh itu menjadi umpan musuh dan sangat membahayakan nyawanya tetapi seorang prajurit harus selalu tunduk kepada perintah komandannya.

Tuhan menghendaki kita bukan hanya menjadi pengikut2 Kristus tetapi juga menjadi prajurit-prajuritNya. Sebagai prajurit Kristus apapun yang diperintahkan oleh Tuhan sebagai otoritas tertinggi melalui FirmanNya dan melalui pemimpin-pemimpin rohani harus ditaati. Kita menjadi prajurit Kristus, sebagai prajurit kita pindah dari alam santai masuk ke dalam peperangan. Seorang prajurit Kristus perlu berjaga-jaga di dalam hidupnya dengan doa. Pada waktu malam, pada waktu dini hari, di mana kita secara tubuh lelah dan mengantuk tetapi apabila komandan menghendaki kita untuk berjaga dan berdoa kita harus tunduk. Lawan kita si Iblis sering menyerang pada saat kita terlena. Yesus adalah contoh prajurit yang baik.

Flp 2:7,8 - "melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, !a telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. "

 

Apakah persyaratan prajurit yang baik? Selain berlatih dia perlu mengosongkan diri. Tidak memikirkan kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Hidupnya hanya di dalam ketaatan menjalankan komando atau perintah dari komandannya. Komandannyalah yang memikirkan apa yang menjadi kebutuhannya.

2 Tim 2:3,4 - "Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. "


2. Penundukan atau ketaatan.

Seorang prajurit di dalam menjalankan tugasnya tunduk pada atasan. Entah perintahnya itu masuk akal  atau tidak masuk akal ditaati. Seorang prajurit harus bergerak searah dengan perintah atasannya (Firman Tuhan) dan di bawah pimpinan Roh Kudus.

 

Kesaksian: Seorang pekerja gereja lulusan sekolah Alkitab membantu hamba Tuhan di kota Baah, Pulau Rote. Pada suatu hari dia mendapat dorongan Roh Kudus untuk merintis sidang sendiri. Dia minta ijin kepada gembala sidang dan atas persetujuan gembala sidang dia memulai perintisan di desa Lekik dengan banyak berdoa dan berpuasa. Pada suatu hari dia mendengar suara Roh Kudus untuk berjalan di jalan yang sunyi dalam hutan. Dia taat. Akhirnya dia menemukan sebuah pondok dan di dalamnya ada orang yang terbaring sakit lurnpuh. Dia lawat orang ini dan didoakan setiap hari sampai orang tersebut sembuh dan bisa berjalan. Dia mendapat satu jiwa untuk modal perintisan. Dari ketaatannya kepada Tuhan jiwa-jiwa ditambahkan. Mulai dari membangun pondok tempat ibadah dari ranting-ranting akhirnya dia dapat membangun gedung permanen, melayani dengan dibantu beberapa pengerja. Pernah dimasukkan ke dalam penjara karena Injil tetapi dia disertai Tuhan, dibebaskan dan pekerjaan Tuhan tetap berkembang. Di dalam ketaatannya untuk menderita dan di dalam ketekunannya untuk berjuang seorang prajurit yang disertai Tuhan pasti kokoh dan berhasil.

Bagaimana sebaiknya kita meresponi panggilan Tuhan untuk ikut menderita sebagai prajurit. Katakan Tuhan aku siap, aku mau taat, apabila bagian ini dari Tuhan jadilah tetapi apabila bukan dari Tuhan batalkanlah.

Sikap ketaatan memang mengandung resiko. Tetapi perbuatan ketaatan mengandung mujizat.

Contoh perjamuan kawin di Kana. Pada saat anggur perjamuannya habis Yesus memerintahkan para pelayan untuk mengisi enam tempayan dengan air. Sebenamya tempayan itu biasa dipakai untuk menampung air atau untuk mencuci tangan dan kaki. Setelah enam tempayan tersebut dipenuhi dengan air, Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk mencedok dan mencicipinya. Ternyata air tersebut berubah menjadi anggur. Kapan perubahan ini terjadi tidak ada yang mengetahui.

Apa yang diperintahkan Yesus untuk dilakukan tampaknya tidak logis tetapi pada saat pelayan-pelayan itu taat mereka mengalami mujizat.


3. Mengosongkah diri dan merendahkan diri.

Apa arti mengosongkan diri dan merendahkan diri? Dikaitkan dengan sikap ketaatan mengosongkan diri berarti tidak punya hak untuk protes. Pengertiannya juga tidak punya keinginan yang ngotot atau hendak dipaksakan.

Mengosongkan diri berarti menurut, pasrah, menyerah tetapi tidak cuek atau apatis atau tidak mau peduli, tidak mau pusing dan tidak ngambeg. Seluruh hidup kita menjadi milik Tuhan dan haknya Tuhan. Dia yang berhak menentukan segala segi dalam kehidupan kita termasuk apa sekolah kita, jurusan yang kita ambil, jodoh kita, kapan menikah, tempat kediaman, profesi, juga tempat pelayanan.


4. Milikilah prinsip bahwa pilihan Tuhan selalu yang terbaik.

a.  Milikilah sikap agar supaya keinginan Tuhan yang selalu terjadi dan bukan keinginan kita.

b. Emosi, pendapat sendiri tak perlu kita pertahankan dengan ngotot. Bahkan kita tidak boleh protes sebab kita sedang diproses. Apabila kita selalu ngotot dengan keinginan sendiri kita akan menjadi egois dan keras kepala. Ada bahaya apabila kita selalu berhasil bisa menjadi sombong.


        Kita diproses Tuhan supaya memiliki sikap tabah, tekun, sabar, ulet, lembut dan rendah hati, Tuhan ingin melahirkan satu kepribadian yang berkarakter indah seperti bejana yang berkualitas, berharga dan indah bentuknya. Misalnya saja kita menghadapi ejekan dan olokan tanpa sakit hati.

Bahkan kalau perlu kita bisa ikut tertawa pada saat ditertawakan. Kita harus tetap bisa mengasihi walau ditolak atau tidak disukai.

Dalam proses penundukan di mana hak kita harus dilepaskan atau tidak dihargai kita harus bisa menjadi makin kuat. Dalam proses penundukan itu sedang terjadi pembentukan pribadi atau karakter. Orang yang sedang mengalami proses perlu menghilangkan keinginan untuk dipuji atau ditonjolkan karena dia ingin menjadi seperti Kristus yang mengosongkan diriNya. Perubahan hidup, perubahan wawasan, perubahan kepribadian dan karakter selama mengalami proses itu sendiri adalah suatu mujizat atau keajaiban.

Peka dengan suara Tuhan: Kalau Tuhan berkata "Aku mau meninggikan engkau". Jangan cepat-cepat tertawa, mungkin anda mau disalib. Yusuf dijanjikan menjadi seorang raja melalui mimpi-mimpi indahnya tetapi untuk menjadi seorang raja yang diperkenan Allah ternyata Yusuf harus melalui proses panjang direndahkan dulu, mengosongkan diri dulu, ditolak dulu. la dimusuhi oleh abang-abangnya sendiri, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak belian, bekerja sebagai seorang budak. Mana mungkin seorang budak menjadi raja. Tetapi itulah proses Tuhan. Dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sebagai budak dia difitnah dan dipenjarakan. Itulah proses penundukan diri yang paling rendah berada di lembah yang paling dalam. Selama proses pahit yang panjang belasan tahun dia tidak pernah marah atau berontak atau meninggalkan Tuhan. Dia tetap mempertahankan kwalitas hidup yang menyenangkan Tuhan. Tuhan berkenan akan Yusuf dan meninggikan dia pada waktunya dengan memiliki karakter yang sepadan dengan tujuan Allah dalam hidupnya.

Apa yang membuat kita sulit diproses? Ego kita, harga diri kita, dan karena kita mempertahankan hak, kita sulit pada saat diproses. Kita cenderung untuk berontak, membelot, melawan, sakit hati dan menyebarkan akar yang pahit.


Penilaian Tuhan Yang Tepat

Tidak ada yang dapat menilai kita dengan tepat kecuali Tuhan. Apabila Allah mengambil semuanya dari kita tidak ada yang bisa menolong kita. Allah memang seringkali berlawanan dengan cara kita sendiri. Memang tidak ada yang bisa merubah manusia kecuali Tuhan. Ada bagian yang harus kita lakukan tetapi ada bagian yang Tuhan lakukan. Kita juga tidak dapat menuntut Tuhan untuk melakukan segala sesuatu bagi kita. Bagian kita adalah penundukan.


Perlengkapan Prajurit /
Senjata Rohani


Berdiri tegap berarti bertahan tanpa menyerah, menjaga posisi, bertekun, tetap memegang kebenaran. 

 

1. Ketopong Keselamatan (Efesus 6:17)

Ketopong adalah senjata yang digunakan seorang prajurit untuk melindungi kepalanya. Ketopong juga sering menjadi identitas atau ornamen suatu pasukan dari mana prajurit itu berasal. Aplikasi memakai Ketopong adalah pengharapan akan keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Ketopong juga sebagai penjaga pikiranmu dari panah-panah musuh. Pikiran kita mengarahkan perisai iman dan pedang roh dan semua gerakan tubuh kita, jadi pikiran kita harus dilindungi agar dapat menjadi prajurit yang efektif. Pikiran adalah medan peperangan antara keinginan daging dan keinginan roh. Prajurit yang disiplin akan kuat dan tidak mudah menyerah kepada keinginan daging.

 

2. Baju irah Keadilan (Efesus 6:14)

Baju Zirah digunakan untuk menutupi organ-organ vital dari seorang prajurit. Organ Vital itu adalah Jantung, Paru-Paru, Hati dan sebagainya. Baju Zirah dikenakan setelah ikat pinggang, hal ini disebabkan untuk menambah perlindungan dari ikat pinggang. Dengan melindungi organ-organ vital maka seorang prajurit akan bertambah keyakinan untuk menghadapi musuh tanpa disertai rasa takut.

Pemakaian Baju Zirah Keadilan adalah Keadilan atau Kebenaran (Righteousness) adalah seorang prajurit yang berdiri benar (right) atau bermoral benar (uprightness) di hadapan Tuhan dan diimpartasikan oleh Tuhan Yesus Kristus kepada orang-orang percaya. Baju Zirah Keadilan menjaga jiwa dan pikiran orang-orang kristen dan organ-organ vital manusia rohani. Jika seorang kristen tahu bahwa ia dilingkupi Kebenaran dan Keadilan Kristus maka ia akan berani untuk maju menghadapi musuh.

 

3. Ikat Pinggang Kebenaran (Efesus 6:14)

Ikat pinggang melingkar di daerah pinggang. Daerah pinggang melambangkan kekuatan, kuasa, semangat dan kedewasaan. Hal ini termasuk organ reproduksi, sistem pencernaan dan bagian dari usus. Ikat pinggang ini dikenakan pada pinggang untuk mensupport prajurit dalam peperangan, merupakan lambang kekuatan & kemampuan yang superior seorang prajurit. Ikat pinggang menjaga senjata pada tempatnya dan mendukung pedang; dalam hal ini uang dan benda-benda berharga juga dibawa di sini. To Gird berasal dari kata Girdle yang artinya sabuk, adalah mempersiapkan seseorang untuk bertindak.

Aplikasinya: seorang prajurit harus mempersiapkan diri dalam kebenaran maka prajurit tersebut akan kuat, penuh semangat dan dewasa rohaninya. Prajurit tersebut akan menghidupi Firman Tuhan dan melahirkan banyak jiwa untuk kemuliaan-Nya. Jika seorang prajurit mendua hati maka jalannya menjadi tidak stabil. Kebenaran adalah pengajaran yang bersumber dari Firman Tuhan yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita berikat pinggangkan kebenaran di saat kita menerima dan memegang apa yang Tuhan nyatakan kepada kita, maka kita berjalan sejalan dengan Tuhan.

 

4. Perisai Iman (Efesus 6:16)

Perisai Iman adalah senjata pertahanan, biasanya dibawa oleh tangan sebelah kiri dan digunakan untuk melindungi seluruh tubuh prajurit. Perisai agar tetap berkilau dan cemerlang perlu diolesi dengan minyak, jika perisai itu berkilau maka ketika ia memantulkan sinar matahari akan membutakan mata musuh. Perisai juga dapat membantu untuk mengalihkan gerakan musuh.

Aplikasi: Perisai menggambarkan perlindungan dan keamanan, perisai iman kita bekerja sama dengan perlengkapan senjata yang lain untuk menghancurkan panah api musuh. Panah api itu adalah keraguan, kekuatiran, kepahitan, ketakutan, ketidakpercayaan. Pikiran dan kehendak kita akan menggerakkan perisai iman kita. Iman adalah percaya, menerima dan melakukan apa yang Tuhan katakan dalam hidup kita. Iman membutuhkan kepercayaan total didalam Tuhan Yesus Kristus dalam segala hal.

 

5. Pedang Roh (Efesus 6:17)

Pedang adalah alat untuk bertahan dan menyerang musuh. Pedang akan menahan seorang prajurit dari serangan musuh. Fungsi dari pedang adalah untuk melukai dan membunuh musuh. Pedang dibawa tangan sebelah kanan. Pedang juga lambang kuasa dan otoritas.

Aplikasi: Pedang Roh adalah Firman Tuhan yang dipertajam dan dihidupkan oleh Roh Kudus, penggunaan pedang ini hanya efektif bila perlengkapan senjata rohani yang lain ada pada tempatnya. Firman Tuhan keluar dari mulutmu. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus menggunakan Firman Tuhan itu dan dihidupkan oleh Roh Kudus. Firman Tuhan akan membentengi kita dari segala pikiran yang jahat dan kotor. Firman Tuhan ini akan keluar sesuai dengan kebutuhan hidupmu atau orang-orang yang kamu ajak bicara.

 

6. Kasut Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera (Efesus 6:15)

Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera adalah mengenakan kesiapan dan siap selalu, adalah alat yang sangat vital pada saat seorang prajurit menghindari serangan. Prajurit yang siap akan tahu kapan waktunya menyerang, bertahan bahkan lari dalam peperangan. Kasutnya akan menjadi sol (cleat), mentalnya yang membuatnya tidak mudah goyah atau jatuh.

Aplikasi: Telapak Kaki menggambarkan berjalannya engkau dengan Tuhan (Relationship with God).

Berjalannya engkau adalah kesaksian hidupmu dari ucapan, sikap dan tingkah lakumu. Mengenakan Kasut (Shod) artinya membungkuk atau mengikat. Hidup kita penuh komitmen dan selalu siap untuk melakukan perintah dari Tuhan Yesus. Memberitakan Injil adalah memberitakan bahwa Tuhan Yesus Kristus telah disalibkan dan mati untuk segala dosa kita, ia telah bangkit di antara orang mati dan telah mengalahkan semua musuh.

Karena itu perlengkapilah dirimu dengan hidup taat kepada Tuhan dan Jadilah Prajurit Yang Tangguh.!!!

 

By: /nando

 


Posted by pemudakristen at 10:46 AM
Share This Post Share This Post
Post Comment | Permalink
Saturday, 29 September 2007
NABI ELIA
Mood:  a-ok
Topic: ARTIKEL PAP 29 Sept-07
 

NABI ELIA

 

 

Nabi Elia adalah nabi Israel pada abad 9 sM. Namanya (Ibrani ‘eliyyahu atau ‘elliya, Yunani Eleiou (LXX) atau Eleias (Perjanjian Baru) berarti ‘Yah-lah El’ atau ‘YHWH-lah Allah’ (Allah itulah keselamatannya).

Di luar acuan dalam 1 Raja 17:1 yg mengatakan bahwa Elia seorang Tisbe dari Tisbe-Gilead, latar belakang nabi ini tidak diketahui. Acuan ini pun tidak jelas. Tesk Masora (naskah Ibrani yg resmi) memberi isyarat bahwa walaupun Elia tinggal di Gilead, namun ia lahir ditempat lain, barangkali Tisbe yg di Naftali. LXX membaca ek thesbon tes galaad, yg menyinggung adanya desa Tisbe di Gilead. Agaknya Yosefus menerima pendapat ini (Antiquities of the Jews 8.319, sastra kuno). Secara tradisi desa ini dismakan dengan suatu tempat ± 13 km disebelah utara S Yabok.

Cerita-cerita mengenai pelayanan Elia disajikan dalam 1 Raja 17-19; 21; 2 Raja 1-2, ditulis dalam bhs Ibrani kuno yang tulen, ‘suatu jenis bahasa Ibrani yang hampir tidak mungkin lebih kemudian dari abad ke-8 sM’, dan yang pasti tidak berada lama dalam bentuk lisan saja. Pelayanan kenabiannya mengambil tempat di kerajaan Utara selama pemerintahan dinasti Omri. Elia sebaya dengan raja Ahab dan Ahazia, dan dari kedudukan cerita kenaikannya ke sorga (2 Raja 2) dan jawaban kepada pertanyaan Yosafat dalam 2 Raja 3:11, dapat disimpulkan bahwa kenaikannya mungkin terjadi ± pada waktu Yoram naik takhta Israel. Ada kesukaran yang dihadapkan kepada kesimpulan ini oleh 2 Taw. 21:12-15. Ini mungkin dapat diselesaikan, atau dengan cara menafsirkan 2 Raj 8:16 sebagai berarti bahwa Yosafat dan Yoram, kedua raja Yehuda, sama sama memerintah, atau dengan cara menganggap surat yang disebut dalam ayat itu sebagai nubuat yang ditulis sebelum kenaikannya.

Seri cerita tentang Elia mengutarakan enam peristiwa dalam hidupnya: pemberitaan masa kekeringan dan pelariannya yang kemudian, adu kuasa di Gunung Karmel, pelariannya ke Horeb, peristiwa Nabot, nubuat mengenai Ahazia, dan kenaikannya ke sorga.

Kecuali yang terakhir, semua peristiwa ini pada dasarnya berkaitan dengan pelanggaran ibadah Yahweh dengan ibadah Baal Melkar, dewa pelindung Tirus yang resmi. Ahab mengembangkan agama alam Kanaan yang bercorak Fenisia ini sesudah ia kawin dengan Izebel, anak perempuan raja Tirus (1 Raja 16:30-33), tapi Izebel-lah yang terutama bertanggung jawab mengenai pemusnahan ibadah kepada Yahweh secara sistematis dan pengenai penyebaran ibadah kepada Baal di Israel (1 raja 18:4, 13, 19; 19:10, 14).

Dalam peristiwa pertama ( 1 Raja 17) Elia tampil tanpa pendahuluan, dan sesudah mengucapkan kepada Ahab bahwa akan datang kekeringan 3 tahun lamanya, ia mengundurkan diri ke daerah yang di luar kekuasaan Ahab: mula-mula ke sungai Kerit di sebelah timur Yordan, lalu ke Sarfat (Sarafend modern di sebelah selatan Sidon masih memakai nama yang sama, dan dari situ dapat dilihat sisa-sisa dari bandar kuno). Di kedua tempat itu hidup Elia dipelihara secara mujizat, dan di Sarfat dilakukannya suatu muzizat penyembuhan (1 Raja 17:17-24).

Peristiwa kedua 3 tahun kemudian ( 1 Raja 18; Bnd Lukas 4:21; Yakobus 5:17 yang mengikut tradisi Yahudi) menceritakan berhentinya kekeringan sesudah kemenangan atas ibadah Baal yang teratur di Gunung Karmel. Kekeringan yang didatangkan dan dihentikan berdasarkan firman Yahweh, merupakan tantangan bagi kekuasaan Baal atas alam. Menurut 1 Raja 17 Elia tinggal dalam daerah pusat penyembahan Baal Melkar tapi dilindungi oleh Yahweh, sedang negeri berada dalam keadaan merana (ay 12). Dalam 1 Raja 18 tantangan terhadap Baal menjadi terbuka, dan keunggulan Yahweh dibuktikan secara menakjubkan. Bahwa ibadah di Gunung Karmel tidak dimusnahkan sama-sekali, terbukti dari singgungan dikemudian hari (mis. 2 Raj 10:18-21). Keil menyarankan bahwa mezbah Tuhan yang sisa-sisanya didapati Elia di Karmel, telah dibangun oleh para penyembah Tuhan di Israel sesudah kerajaan itu terbagi dua. Beberapa orang membuang 1 Raja 18:30b, sedang yg lain membuang ayat 31 dan 32a, tapi tidak ada alasan untuk ini.

Peristiwa ketiga (pasal 19) yang menerangkan Elia lari ke Horeb untuk menyingkir dari amarah Izebel adalah penting. Horeb ialah gunung yang kudus, di mana Allah Musa, Allah perjanjian, telah menyatakan diri-Nya, dan kembalinya Elia ke situ menggambarkan kembalinya seorang nabi yang taat, tapi yang sudah putus asa ke sumber asli dari iman yang telah dipertahankannya. Tugas yang diberikan kepadanya dalam 1 Raja 19:15-18 agaknya hanya sebagian dilaksanakan oleh Elia sendiri. Bahwa Hazael dan Yehu menaiki takhta Siria dan Israel, secara berurut tercatat dalam seri cerita tentang Elisa.

Peristiwa Nabot dalam 1 Raja 21 melukiskan dan mempertahankan prinsip yg tertanam dlm kesadaran keagamaan Israel, bahwa tanah yg dimiliki oleh suatu keluarga atau suku adalah pemberian Yahwe, dan jika seseorang tidak mengakui dan menghargai hak perseorangan dan hak keluarga dalam lingkungan persekutuan perjanjian Allah, maka orang itu akan dihukum. Elia tampil sebagai pejuang demi tuntutan susila yang kuat dalam agama yang diajarkan Musa, yang begitu jelas alpa dalam ibadah kepada Baal.

Peristiwa kelima dalam 2 Raja 1 melanjutkan gambaran tentang pertentangan Yahweh dengan Baal. Hal Ahazia minta petunjuk kepada dewa kehidupan Siria, yaitu Baal Zebub (dalam naskah Ras Syamra nama ilah itu ialah Beel Zebul, bnd Mat. 10:25; nama Baal Zeebub, artinya Tuan lalat, merupakan cemoohan saja) memancing hukuman Allah (ay. 6,16). Hukuman api juga menimpa orang-orang yang bersikeras menolak firman Yahweh dengan jalan mencoba mendatangkan celaka akan Nabi-Nya (ay. 9-15). Kenaikan Elia kesorga dalam angin badai (2 Raja 2:11) mengakhiri jalan hidup kenabiannya yang menakjubkan secara menggugah hati. Seruan Elisa (2 Raja 2:12) diulangi dalam 2 raja 13”14 mengenai Elisa sendiri.

Mengenai pentingnya Elia dapat dikatakan dua hal. Pertama, ia berdiri di tengah-tingah barisan nabi PL yang bersifat kesurupan, yang mulai pada zaman Samuel, dan ia juga seorang perintis dari zaman nabi yang menulis pada abad 8. Hubungannya dengan tradisi terdahulu dapat dilihat dalam hal ia seorang yg segera bertindak, dan gerakannya yg dikemudikan Roh Allah tak dapat diduga orang lebih dahulu. Pada zamanya golongan nabi yang mulai zaman Samuel masih dilanjutkan (1 Raja 18:4, 13; 2 Raja 2:3, 5, 7). Hubunganya dengan nabi-nabi yg kemudian terletak dlam usahanya yg terus menerus untuk mengingatkan umatnya kembali kepada agama yang diajarkan Musa, baik supaya hanya menyembah Yahweh saja, maupun dalam mengumumkan ukuran-ukuran keadilbenaran yang diajarkan Musa dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kedua hal ini ia mendahului ucapan nubuat yang lebih lengkap yg dikembangkan oleh Amos dan Hosea.

Pembelaan Elia akan agama yang diajarkan Musa, ditopang oleh beberapa rincian yg membuat kesejajaran Elia dan Musa. Kembalinya Elia ke Horeb cukup terang, tapi ada juga kenyataan bahwa Elia ditemani dan diganti oleh Elisa, seperti Musa yg diganti oleh Yosua. Kesejajaran ini mencakup beberapa hal. Kematian Musa mengandung suasana rahasia (Ula.34:6), penggantinya memperoleh ketaatan Israel, karena ia mendapat Roh yg sama seperti Musa dan membuktikan kesanggupannya untuk jabatan itu dngan menyeberangi sungai secara mujizat (Ula. 34:9; Yos.4:13-14). Cerita kenaikan Elia kesorga memantulkan kembali pola ini secara tetap. Kenyataan bahwa Allah menjawab Elia dengan api dalam dua peristiwa ( 1 Raja 18:38; 2 Raja 1:10-12) agaknya menoleh kebelakang ke peristiwa penyataan kehadiran dan penghukuman Allah dlm api pada saat Keluaran (mis. Kel 13:21; 19:18; 24:17; Bil. 11:1; 16:35). Tak usah heran jika dalam pikiran Hagada Yahudi, Elia dipandang sebagai teman imbangan Musa.

Kedua, dikatakan bahwa pelayanan kenabiannya akan tampak kembali ‘menjelang datangnya hari Yahweh yang besar dan dashyat itu’ (Mal. 4:5-6). Pokok ini sangat terkenal dalam Misyna Yahudi dan menjadi pokok pembicaraan umum pada waktu Yesus (Mrk. 8:29). Yesus menjelaskan bahwa nubuat Maleakhi itu menunjuk kepada pelayanan Yohanes Pembabtis (Mat 11:14; 17:12 dab). Elia tampil kembali di gunung pemuliaan (Mrk 9:4) dan disinggung juga ditempat lain dalam PB (Luk 4:25-26; Roma 11:2-4; Yak 5:17-18).

 

Pelajaran apa yang dapat kita pelajari dari Nabi ini?

Elia adalah hamba Tuhan yg memiliki pengalaman hidup melayani Tuhan yang luar biasa, mari kita bahas tentang pelayanannya dimana ia berani mengalahkan nabi-nabi Baal di Gunung Karmel ; namun setelah memenangkan pertempuran tersebut, ironisnya ia justru kehilangan kemenangan tersebut dan mengalami depresi berat untuk mengasihani diri.

Warren Wiersbe menafsirkan dalam bagian ini

  1.  Elia kehilangan perspektif dari ketakutan. Elia baru saja membunuh nabi-nabi palsu Baal, tetapi seorang perempuan membuatnya takut. Ia baru saja berdoa memohon api dari surga tetapi seorang perempuan (Izebel) menyebabkan ia melarikan diri dan kehilangan perspektif. Seringkali ketakutan kita membuat kita terlalu membesar-besarkan ketakutan kita sehingga “kacau“.
  2. Elia kehilangan kesabaran beriman. Kurang sabar menunggu waktu yang Tuhan tetapkan untuk diam mencari pimpinan Tuhan tetapi pergi menyelamatkan nyawanya. ( I Raja 19:3 ). Kenapa kita seringkali gagal di dalam pelayanan ? karena kita kurang sabar dengan keputusan Tuhan dan kita lebih menyukai keputusan kita yg paling tidak memberikan jaminan malah menjatuhkan kita.
  3. Elia kehilangan sentuhan pribadi karena minoritas. Elia hamba Tuhan yg setia yang bukan hidup seorang diri tetapi hidup berkomunitas.
  4. Elia kehilangan tujuan hidup minta mati. Elia berdoa memohon Tuhan mencabut nyawanya tetapi Tuhan tidak mencabutnya karena Tuhan memanggil Elia untuk memulihkan bangsa Israel pada penyembahan kpd Tuhan yg sesungguhnya. Saat Elia minta mati, apakah Firman akan mati ? Tidak ! Justru jika Elia mati, Pertama, Pekerjaan Tuhan akan terus berjalan dan memberkati umat-Nya karena Allah tidak tergantung pada manusia. Kedua, Jika Elia mati maka ia mungkin kehilangan kesempatan untuk menaiki kereta kemuliaan menuju Surga !


Jika kita menawan diri di dalam penafsiran Warren Wiersbe maka kesimpulan sementara kita yang realistik yaitu Elia tidak sekuat yang kita duga. Rupanya Elia hanyalah manusia biasa yang bisa mengalami “ depresi “.

Ia memprediksikan dirinya telah selesai menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan kepadanya menghadapi ;

  1. Orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu. Jiwa “Traitor“

  2. Orang Israel meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu. “Agresor“

  3. Orang Israel membunuh nabi-nabi-Mu.“Killer“

  4. Ia seorang diri. “Loneliness“

  5. Mereka ingin mencabut nyawa Elia. “Terorist“


Inilah gambaran pelayanan Elia yg sebenarnya memberikan cermin bahwa itulah pelayanan real kita juga, di dlm pelayanan sendiri kita mungkin bertemu dengan orang sendiri yg berjiwa “traitor“, “agresor“, “killer“, “terorist “ dan diri sendiri yang “lonely“. Jangan kaget apabila ada ‘anak Tuhan’ yang ‘menghancurkan anak Tuhan’ yang lain karena itulah realita yang realistik. Meskipun mereka mungkin berkata kita sama di dalam Kristus tetapi secara esensial, “peleburan“ aplikasi mereka dengan interpretasi belum “synchronize“

Karakter Elia keras seperti angin, gempa bumi, dan api, tetapi Tuhan tidak berada disana. Malah Allah hadir dalam Bunyi sepoi-sepoi = suara kesunyian yg lemah lembut. Seringkali kita membe-narkan diri untuk mengatakan bahwa “Dimanakah Engkau, Tuhan saat aku mengalami kesepian seperti ini“ padahal sesungguhnya Dia terus bekerja dan berbicara kepada kita dan kita semestinya belajar untuk ‘silent’, bukan dengan memberikan prediksi-prediksi yg mengasihani diri sendiri dan menganggap diri sudah melakukan apa yang Tuhan mau.

Problem yang sering kita alami adalah:

  1.  kita terlalu “ talkactive “
  2. complain to God“, mental “aku sudah kerjakan“ pasti jatuh ke dalam stagnasi alias tidak mengalami kemajuan mutu dan kualitas – mestinya kita lebih rendah hati untuk pikirkan “apa yang aku belum kerjakan“ sehingga kita terus mencari serta meraba rencana kekal Tuhan yang sulit kita nikmati tanpa Anugerah-Nya. Allah memerintahkan Elia pergi untuk mengerjakan pekerjaan yang ia belum selesaikan. Akhirnya ia kembali “direcharge“ Tuhan ‘tuk berjuang melayani Tuhan sampai ia diangkat kesorga’. Bagaimana dengan saudara?

Sumber : Ensiklopedia Alkitab Masa Kini - YKBK


Posted by pemudakristen at 9:44 PM
Updated: Saturday, 20 October 2007 10:49 AM
Share This Post Share This Post
Post Comment | Permalink
Saturday, 8 September 2007
PERSEKUTUAN TAHUNAN XXII 2007
Now Playing: PELAYANAN PEMUDA
Topic: Kategori Pemuda

KELOMPOK PEMUDA DAN MAHASISWA
(Pengantar Ceramah/Lokakarya)
Drs. Raskita Barus MTh.




Pemuda dan Perubahan Zaman


Pemuda sering dijuluki sebagai ujung tombak perjuangan bangsa Indonesia, baik untuk meraih kemerdekaan maupun memperjuangkan reformasi pada beberapa tahun belakangan ini. Tidak dapat dipungkiri kiprah pemuda yang memberikan andil yang tak ternilai dalam menentukan arah perjalanan bangsa. Demikian juga halnya peranan pemuda di tengah gereja. Tidak berlebihan, bila dikatakan berkembang atau tidaknya pelayanan pemuda merupakan cerminan terhadap berkembang atau tidaknya seluruh pelayanan yang ada. Slogan yang mengatakan bahwa pemuda adalah gereja masa depan sudah usang, pemuda bukanlah gereja masa depan, namun pemuda adalah gereja masa kini.


Zaman berubah seiring dengan berjalannya waktu. Pemuda dan zaman adalah dua hal yang berhubungan erat, oleh karenanya keberhasilan pelayanan pemuda sangat dipengaruhi oleh keberhasilannya dalam mengenal dan memahami zaman. Masa kini ditandai dengan berbagai perubahan-perubahan yang sangat drastis, terutama kemajuan-kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Perubahan sebagian besar dunia dari era pertanian, ke era industri, dan berkembang ke era informasi. Sehubungan dengan hal ini, dengan kehadiran internet, generasi sekarang dijuluki dengan generasi internet (Net Generation) bahkan telah memasuki generasi yang lebih baru lagi yakni generasi digital. Tidaklah mengherankan jika kita mengakses internet, kita menemukan banyaknya situs-situs kaum muda dengan gagasan-gagasan yang luar biasa.

Di sisi lain, masa kini yang merupakan lanjutan abad sebelumnya, di tengah perkembangan iptek yang begitu hebat namun sekaligus juga sangat bersifat konflik, dengan segudang kekecewaan dan keputusasaan. Sains modern membawa orang Kristen kepada dualisme dan kebingungan untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh Alkitab dan sekaligus juga ”harus” mempercayai apa yang ditawarkan oleh sains modern yang meskipun bertentangan dengan Alkitab. Sebagai contoh, seorang pelajar akan mengalami kebingungan ketika di satu sisi dari gereja ia mengerti bahwa manusia dicipta langsung oleh Allah, namun di sisi lain di bangku sekolahnya ia harus menerima ”keyakinan” evolusi. David Noebel menguraikan bahwa di wilayah kerangka berpikir (keyakinan) di mana peperangan terbesar pada zaman kita sekarang sedang berkecamuk, peperangan untuk hati dan pikiran (baca Peperangan untuk Kebenaran, YWAM, 2004)..


Setiap generasi memilki karakteristiknya masing-masing yang sekaligus menjadi garis pembatas antar generasi dan yang tentunya tidak mudah dilampaui. Di dalam karakteristik inilah hendaknya pelayanan pemuda dan mahasiswa berupaya untuk memenuhi 4 kebutuhan mendasar manusia, yakni kebutuhan akan kasih, pengampunan, tujuan hidup dan pengharapan. Pelayanan yang dijalankan dengan asumsi yang tak pernah berubah akan tumpul dalam kreativitas dan inovasi, dan pada gilirannya kehilangan efektivitas.


Motivasi dan Tujuan Pelayanan Pemuda


Seperti telah disebutkan di atas, pemuda memiliki peranan penting di tengah-tengah gereja, sehingga mereka merupakan aset yang tak ternilai bagi gereja. Hal ini dapat menghasilkan hal negatip dan menjadi penghambat gereja bila mereka tidak berhasil menemukan diri mereka, demikian sebaliknya akan menjadi suatu yang sangat berarti ketika mereka memahami diri mereka di dalam Kristus. Mereka tidak dihanyutkan oleh zaman, tetapi menjadi pemuda yang mampu menolong, mampu berdiri dan mencegah kemerosotan zaman, serta membawanya kepada Kritus (baca Stephen Tong dalam Pemuda dan Krisis Zaman).


Tujuan pelayanan kita dapat dilihat dalam surat-surat Rasul Paulus. Kolose 2 memerintahkan pertumbuhan iman pribadi, dan Efesus 4 menguraikan peranan tenaga para pemimpin dalam membina pertumbuhan tersebut. Tujuan kita adalah untuk bertumbuh dan mempertumbuhkan dalam pertumbuhan yang terarah di dalam Kristus dan berlangsung secara terus menerus.


Tujuan pelayanan pemuda tentunya merupakan bagian dari tujuan gereja itu sendiri. Berdasarkan Hukum yang terutama Mat 22:37-40 dan Amanat Agung ditemukan lima tujuan (Doug Fields dalam Purpose Driven Youth Ministry), yakni:

1.      Ibadah: ”Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu.”

 

Segala sesuatu yang kita lakukan dalam pelayanan adalah karena mengasihi Allah dan kerinduan kita untuk memuliakan dan beribadah kepadaNya dengan gaya hidup kita. Pemilihan bentuk ibadah bagi kaum muda merupakan hal penting. Jika pemuda mengikuti pertemuan-pertemuan ibadah di mana mereka tidak merasa diperhatikan, dianggap, dan dihargai, mereka akan memperoleh kesulitan untuk membuat hubungan antara apa yang mereka rasakan (nyaman dengan lingkungan) dan apa yang mereka dengar tentang kasih Allah (sadar akan hal-hal teologis).

 

2.      Pelayanan: ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Pemuda tidak harus menunggu benar-benar dewasa untuk melayani. Pelayanan pemuda yang sehat akan terus menerus mendorong para pemuda untuk menemukan karunia-karunia mereka dan menempatkan mereka dalam praktek dalam pelayanan

 

3.      Penginjilan: ”Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu.”

Penginjilan adalah tujuan yang kurang diekspresikan dalam berbagai pelayanan pemuda. Ketika tujuan ini jelas dalam pelayanan pemuda, pertumbuhan yang besar akan terjadi. Penginjilan bukanlah suatu program, melainkan suatu proses, yakni di mana seseorang yang menjadikan hidupnya diubahkan sebagai suatu saksi bagi orang lain yang membutuhkan kasih karunia Allah yang mengubahkan.

 

4.      Persekutuan: ”Baptislah mereka.”

Persekutuan pemuda yang benar terjadi saat mereka dikenali, diperhatikan, diperhitungkan, dan didorong dalam perjalanan rohani mereka. Salah satu cara paling efektif untuk menghasilkan persekutuan pemuda yang alkitabiah adalah dengan mengikutsertakan mereka dalam kelompok-kelompok kecil

5.      Pemuridan: ”Ajarlah melakukan segala sesuatu yang telah ’Kuperintahkan kepadamu’.”


Pemuridan merupakan proses seumur hidup yang Allah pakai untuk membawa kita pada kedewasaan dalam Kristus. Pemuridan yang sehat bertumbuh di bawah pemimpin-pemimpin rohani yang bersedia melakukan sesuatu yang bisa dilakukan. Mereka secara terus menerus menanam benih dan menyirami iman para pemuda. Secara sederhana, pemuridan adalah ”membantu pemuda untuk menjadi seperti Kristus.”



Tantangan Intelektual


Dari hasil survai yang dilakukanoleh Dr. Gwang Ho Jeohn terhadap mahasiswa di Indonesia didapati bahwa 90% dari mahasiswa mempercayai Allah yang diwahyukan di dalam Perjanjian lama dan ciptaanNya. Akan tetapi dalam kehidupan masyarakat dan mahasiswa terlihat adanya banyak pengaruh evolusionisme yang menyangkal Allah pencipta dan ciptaanNya. Lebih luas lagi, David Noebel mengatakan bahwa orang percaya kini berhadapan dengan Kerangka berpikir Humanisme yang terbagi di dalam Humanisme Sekuler, Marxisme/ Leninisme dan Humanis Kosmik (Gerakan Zaman Baru) menjadi ancaman yang sangat serius bagi kekristenan. Keyakinan-keyakinan ini telah mempengaruhi jauh ke berbagai disiplin ilmu yang ada.


Humanis Will Durant mengatakan, ”Pertanyaan terbesar pada zaman ini bukanlah komunisme melawan individualisme, bukan Eropa melawan Amerika, bukan juga Timur melawan Barat,tetapi apakah manusia dapat hidup tanpa Tuhan.” Kita menghadapi berbagai upaya manusia untuk lari dari pengakuan terhadap kedaulatan Allah. Kekristenan sangat konsisten dan setia pada kebenaran sehingga kita harus menguji dari pada bertanya mengapa manusia ingin hidup tanpa Tuhan.


Di sisi lain, kita juga sedang berhadapan dengan berbagai upaya manusia untuk “menjual” Kristus. Don Brown mengeruk keuntungan yang sangat besar ketika menulis novelnya yang sangat laris dengan judul DaVinci Code. Membuka rahasia bahwa Yesus tidak mati dan bangkit menjadi ketertarikan yang luar biasa bagi manusia. Upaya untuk meruntuhkan keunikan Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat terus berlangsung. Banyak buku senada yang terbit belakangan ini, seperti Jesus Lived in India, Yesus Poligami dan lain sebagainya.


Karakteristik program-program kaum muda


Setiap generasi menghadapi berbagai persoalan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Perbedaan-perbedaan ini ada dalam nilai dan keyakinan yang bisa sangat beragam. Norman Wright dalam Communication @Work mengatakan bahwa pada kenyataannya, sistem-sistem nilai paling hakiki dari generasi-generasi yang hidup secara bersamaan dalam masyarakat kita mempunyai perbedaan-perbedaan yang dramatis. Fokus kita seharusnya tidak terlalu tertuju pada upaya untuk mengubah orang lain agar dengan standar dan nilai-nilai kita. Sebaliknya, kita harus belajar untuk menerima dan memahami orang lain karena mereka memiliki pandangan sendiri, mengakui keabsahan nilai-nilai dan perilaku mereka.

Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah apakah kita merasa terancam oleh perbedaan-perbedaan generasi ini atau kita merasa ditantang olehnya.


Menjawab tantangan di atas membutuhkan respon yang tidak sederhana dan hanya memungkinkan untuk diresponi oleh orang yang telah hidup di dalam Kristus atau lebih jauh orang yang telah ”melihat” bahwa kesaksian Alkitab merupakan otoritas tertinggi di dalam kita memahami realita kehidupan. Membawa kaum muda untuk hidup dalam kebenaran dan memiliki wadah yang memungkinkan baginya untuk bertumbuh merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Dengan karakteristik yang khas pemuda, menurut Doug Field, pelayanan pemuda membutuhkan lima karakteristik umum yang penting, yakni:

  1. Perlu mengutamakan hubungan

Para pemimpin dewasa memberi prioritas tinggi untuk membangun hubungan dengan pemuda, dan hubungan ini mempercepat keefektifan pelayanan dan meningkatkan kedewasaan rohani mereka. Model pelayanan ini menjadi sebuah pelayanan bersama kaum muda dan bukannya pelayanan yang mengutamakan program.

 

  1. Memerlukan sumber ide yang segar

Dibutuhkan ide-ide baru yang membantu pelayanan pemuda membuat program yang lebih efektif. Inti dari penyusunan program yang kreatif hanyalah merupakan masalah kemampuan dalam memenemukan gagasan dan menyesuaikannya dengan situasi yang dihadapi. Tetapi, jangan sampai terjebak pada pelayanan kreatif namun tidak efektif.

 

  1. Membutuhkan kekuatan yang melebihi kepribadian

Pelayanan pemuda yang berkembang tidak bergantung pada pribadi-pribadi pemimpin kharismatis tertentu saja, tetapi terbagi pada banyak rpibadi yang terlibat bersama-sama dalam menjalankan tugas.

 

  1. Memerlukan sistem tindak lanjut

Dalam hal ini, tanggung jawab pelayanan juga memperhatikan dan tetap mencari para pemuda yang tidak hadir atau meninggalkan persekutuan dan meresponi hal ini dengan segera.

 

  1. Membutuhkan kejelasan atas tujuan

Pelayanan yang baik benar-benar memahami tujuan utama yang akan dipenuhi pada program-program mereka, untuk siapa program tersebut ditujukan dan apa yang biasanya terjadi pada setiap program.


Kita perlu terus memikirkan bentuk pelayanan pemuda yang dapat menjawab tantangan dan persoalan zamannya. Searah dengan Warren Benson, kita perlu mempertanyakan apakah gereja adalah tempat di mana kita dapat memanggil orang untuk datang dan menjalani kehidupan Kristen mereka dalam batas-batas kelembagaan itu, atau apakah gereja ada dengan tujuan melengkapi orang untuk memasuki dunia dan menjadi gereja itu? Apabila mentalitas kita ialah melakukan pelayanan ketika kita mengumpulkan orang di dalam gereja, maka pelayanan kita akan efektif? Apakah lembaga itu ada untuk melayani, ataukah untuk dilayani? Selama kita belum memahaminya dengan benar, dan selama energi gereja dan potensi para pengerja kaum muda tidak terpusat kepada orang banyak, maka kita memiliki pemahaman yang dangkal mengenai menjadi pengikut Yesus Kristus, dan akibatnya memiliki pelayanan yang dangkal dan tidak efektif terhadap masyarakat kita. Paling tidak, di atas semuanya terdapat dua konsekuensi, yang pertama bahwa kita harus mendefenisikan kembali pelayanan pemuda yang menjawab tantangan zaman, dan kedua bagaimana kita dapat mempertajam visi pelayanan pemuda dan mahasiswa.

Kelemahan pelayanan pemuda dan mahasiswa


Pemuda ada dalam periode waktu di mana ia sedang dan akan mengalami berbagai perubahan dan keputusan dalam hidupnya. Ia sedang dan akan memikirkan studi dan masa depannya, karir dan calon hidup, dan sebagainya. Sehingga gumulan-gumulan yang dihadapinya merupakan terminal menuju kehidupan yang lebih mapan dan permanen. Di samping kemandiriannya, ketergantungan dengan pihak lain masih sangat dibutuhkan.


Apa yang menjadi sisi lemah pelayanan selama ini? Diskusi dan evaluasi akan membukakan hal ini, berikut beberapa hal di antaranya. Prof. W.Stanley Heath mengatakan bahwa kelemahan yang biasa terlihat pada kelompok-kelompok persekutuan pemuda dan mahasiswa adalah pertama, karena mereka merasa diri lebih terdidik dari pada rakyat biasa, mereka lalai mencari sesepuh yang berpengalaman dan lebih mengenal masyarakat luas, dan kedua, menganggap gereja picik dan ketinggalan zaman, bahkan belum ”lahir baru”.


Akibat pertama, mereka dengan mudah dapat dikuasai oleh pribadi-pribadi yang ”sok tahu”, yang sedang ber”ego trip”. Pribadi tersebut menyalahgunakan kelompok persekutuan demi pemupukan harga dirinya sendiri. Sedangkan akibat dari hal yang kedua, para anggota kelompok kurang melibatkan diri dalam kehidupan gereja, dan kurang meminta nasehat dari para sesepuh gereja. Dengan demikian kelompok persekutuan akan mengalami kerugian sendiri. Para pemimpin gereja biasanya cukup berpengalaman, dan nasehat mereka dapat membantu kita menghindarkan banyak masalah. Kalau anggota kelompok tidak memelihara hubungan yang baik dengan gerejanya, maka pertumbuhan imannya berat sebelah, sehingga mereka kurang dapat bergerak setelah mereka menyelesaikan studinya.


Kekurangan lain, jarangnya kita melihat pelayanan kaum muda dalam konteks keluarga mereka. Semua kaum muda dalam pelayanan kita adalah hasil dari sebuah sistem keluarga yang unik, suatu sistem yang bertanggung jawab dalam membentuk keyakinan, nilai, dan perbuatan. Ketika kita berencana melayani kaum muda untuk waktu yang panjang, kita harus sungguh-sungguh melayani keseluruhan keluarga, karena suatu pelayanan kaum muda yang tidak menyertakan orang tua tidaklah efektif. Dibutuhkan kepakaan terhadap prioritas keluarga. Seringkali jadwal yang direncanakan menyenangkan kaum muda, tetapi membuat frustasi orang tua.


Menghadapi hambatan



Tidak ada pelayanan yang bebas dari berbagai hambatan dan persoalan. Kita hidup di masa yang sulit, dan hal ini tidak pernah berakhir, namun mereka yang ulet dalam memenuhi panggilan Allah akan dapat mengatasinya. Pemuda memiliki banyak keterbatasan, namun kebergantungan dan beriman kepada pemberi mandat pelayanan, yaitu Yesus Kristus akan memampukan setiap orang yang ambil bagian di dalamnya untuk mencapai tujuan pelayanan pemuda. Leslie B Flynn mengatakan bahwa iman adalah suatu kemampuan yang dianugrahkan oleh Roh Kudus untuk melihat sesuatu yang diingini Allah untuk dikerjakan dan untuk mempertahankan keyakinan yang kuat bahwa Allah akan melakukan segalanya walaupun ada rintangan-rintangan yang tampaknya tidak dapat diatasi.


Penutup

Tulisan ini merupakan materi pengantar terhadap materi-materi yang direncanakan dalam bentuk power point. Kiranya pertemuan ini dapat memberikan sedikit rangsangan bagi kita untuk memikirkan dan merumuskan kembali pelayanan pemuda dan mahasiswa yang telah dibina ataupun yang akan digumuli. Mungkin terdapat sedikit yang baru dan banyak yang terlupakan. Namun, dengan satu harapan bahwa Tuhan memberkati pertemuan ini untuk pembaharuan dan pertumbuhan gereja demi puji, hormat, dan kemuliaan bagi Tuhan.

 

 


Posted by pemudakristen at 6:28 PM
Share This Post Share This Post
Post Comment | Permalink

Newer | Latest | Older